1

Analis: Emas akan naik lebih lanjut pada nada dovish Fed dan ketidakpastian di Eropa

Rifanfinancindo – RifanfinancindoHarga emas telah rebound setelah Federal Reserve AS menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pekan lalu. Sejak itu, pelemahan dalam dolar telah memberikan kenaikan lebih lanjut harga emas.

Logam mulia ini menyentuh level dua minggu tertinggi pada hari Senin seiring jatuhnya dolar ke level terendah dalam 6-minggu setelah outlook dovish Fed pada laju kenaikan suku bunga tahun ini terus mengecewakan para bulls dolar. Sejumlah analis percaya bahwa emas akan terus naik lebih lanjut.

Nitesh Shah, direktur, ekonom dan ahli strategi komoditas di ETF Securities, mengatakan kepada CNBC melalui email bahwa ia memperkirakan harga emas akan naik ke level $ 1.300 per ounce pada pertengahan tahun.

“Kami berharap emas naik ke level $ 1.300 / oz pada pertengahan tahun (lebih dari 5% kenaikan), sebelum kembali turun ke level saat ini hingga akhir tahun. Nada dovish Fed akan bertemu dengan kejutan inflasi selama triwulan mendatang, yang akan menyebabkan penurunan suku bunga riil lebih lanjut, “kata Shah, ditambah dengan mengingat hubungan terbalik emas terhadap suku bunga riil maka harga akan naik dalam beberapa bulan mendatang.

“Meskipun kami setuju dengan konsensus bahwa Fed hanya akan memberikan dua kenaikan suku bunga lebih lanjut tahun ini, anggota Fed mungkin akan terpaksa untuk menjadi lebih vokal pada paruh kedua tahun ini, yang mana hal itu bisa menguatkan yields dan membuat dolar AS menjadi lebih tinggi. Untuk sekarang, dovish Fed kemungkinan akan menopang emas. ”

Emas turun lebih dari 4 persen sejak hari pemilihan AS tetapi logam mulia ini telah berhasil mengurangi koreksi dan naik hampir 7 persen sejak awal tahun ini. Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS karena hal itu meningkatkan biaya kesempatan memiliki non-yielding bullion sementara meningkatkan dolar, di mana emas dihargai.

Dalam sebuah catatan penelitian, bank investasi Swiss UBS mengatakan sentimen terhadap emas sepanjang tahun ini telah secara luas positif meski rapuh. Catatan lebih lanjut mengatakan bahwa banyak investor yang terkejut oleh ketahanan emas selama beberapa minggu terakhir dan bagian dari ketahanan tersebut didapatkan karena terus berlangsungnya ketidakpastian politik di Eropa.

Fokus juga akan bergeser ke India dan China, dua pasar terbesar untuk emas dan dengan arus perdagangan Februari dari India yang terlihat cukup menggembirakan, UBS berpikir fokus akan pindah ke pasar fisik.

“Beberapa fokus kemungkinan akan bergeser ke arah pasar fisik. Emas berada hampir 4 persen lebih murah sejak awal bulan dan dengan kinerja baru-baru ini yang menunjukkan dukungan yang layak di sekitar level $ 1200, maka akan menarik untuk dilihat apakah pembeli fisik akan datang di sekitar tingkat yang relatif rendah ini, “kata UBS dalam catatan.

Baru-baru ini, Bank of America Merrill Lynch memprediksi harga emas melompat $ 200 pada akhir tahun.

“Meskipun pengetatan kebijakan moneter tidak bullish, inflasi dan berbagai ketidakpastian, termasuk pemilu Eropa dan proteksionisme akan mendukung logam kuning. Karena itu, kami melihat harga akan berada di sekitar $ 1.400 (per troy ounce) pada akhir tahun,” kata bank tersebut. (sdm)

Sumber: CNBC

 

Rifan Medan