Analis: Harga emas akan bergerak lebih rendah pada 2017

Rifanfinancindo – RifanfinancindoPara bug emas di Dubai yang mencari kesempatan membeli lainnya tahun ini mungkin tidak akan kecewa, dengan harga diperkirakan akan turun lebih lanjut seiring ekspektasi penguatan dolar AS dan kenaikan suku bunga AS.

Analis mengatakan kepada Gulf News bahwa logam mulia kemungkinan akan diperdagangkan lebih rendah dari tahun 2016, bahkan di saat keputusan Federal Reserve AS untuk menyesuaikan tingkat suku bunga pada bulan Desember sudah berada di belakang pikiran investor. Harga bisa bergerak naik atau turun, namun tren umum akan berada di sisi negatifnya, sehingga kuncinya yakni mengawasi perkembangan yang bisa memicu penurunan harga.

Faktor-faktor yang harus diperhatikan pada tahun 2017, yang mana dapat mempengaruhi harga bullion, yakni termasuk kekuatan ekonomi AS, permintaan fisik dari India dan China, serta pelaksanaan Brexit, di saat Inggris memulai negosiasi yang kompleks untuk meninggalkan Uni Eropa .
Hasil pemilu di Perancis, Jerman dan Belanda, serta kebijakan presiden AS Donald Trump merupakan faktor kunci lain yang harus dicermati, menurut Nevine Pollini, analis ekuitas di UBP.
“Volatilitas emas akan terus terjadi di [tahun 2017]. Harga akan bergerak dua arah, dengan tekanan ke bawah secara keseluruhan. Saya berharap emas berada di kisaran $ 1.050 – $ 1.200 [per ounce], “kata Karim Merchant, CEO dan direktur pengelola dari Pure Gold Jewellers.
“Harga emas akan terus menjadi sensitif terhadap pergerakan perubahan suku bunga, [penguatan] dolar AS dan situasi politik global secara keseluruhan.”

“Emas tampaknya juga akan terbantu oleh situasi Perang Dingin dalam hubungan antara AS dan Rusia: pemerintahan Obama telah mengusir 35 diplomat Rusia dari AS sebagai pembalasan atas dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden AS dengan dugaan peretasan akun e-mail anggota Partai Demokrat, salah satunya, “kata Pollini.

“Pandangan kami tentang emas agak negatif dan kami berharap emas diperdagangkan lebih rendah daripada tahun 2016. Namun, pandangan itu tanpa memperhitungkan dampak potensial pada emas dari Brexit di saat Britania Raya menggerakan Pasal 50, ataupun dari beberapa pemilu yang akan diselenggarakan di Eropa, “Pollini menjelaskan.

Analis juga mencatat bahwa emas dapat naik jika Trump gagal untuk memenuhi janjinya.

“Ekonomi AS dan pendekatan Fed untuk pengetatan moneter akan menjadi faktor utama yang mempengaruhi harga emas di 2017.”

Federal Reserve AS sekarang diharapkan untuk menyesuaikan suku bunga secara “lebih agresif dari perkiraan sebelumnya,” dengan sekarang terdapat tiga kenaikan yang diantisipasi pada 2017. “Jika ini terjadi, itu pasti akan merugikan harga emas. Dan hal itu mungkin juga akan terjadi seiring ekonomi AS, sehubungan dengan rilis data makro yang kuat baru-baru, tampaknya cukup solid, yang mana hal itu didukung oleh pasar tenaga kerja yang kuat.

“Selain itu, stimulus fiskal yang dijanjikan Donald Trump, seperti pemotongan pajak dan belanja infrastruktur, kemungkinan besar akan meningkatkan ekonomi AS. Masih perlu dilihat sejauh mana Gedung Putih dan Kongres AS akan menyetujui pemotongan pajak pada bulan Januari, “Pollini menjelaskan. (sdm)

Sumber: Gulfnews

 

Rifan Medan