Arab Saudi kecam keras Qatar, sebut Doha ‘tak pahami masalah’

Rifan Financindo – Rifan FinancindoArab Saudi, Uni Emirat Arab (UAE), Bahrain dan Mesir mengutuk jawaban Qatar atas tuntutan yang mereka minta, dengan menyebut pemerintah di Doha tak memahami seriusnya masalah.

Bulan lalu, keempat negara ini memutus semua hubungan darat, udara dan laut dengan Qatar setelah menuduh Qatar mendukung kelompok-kelompok ekstrem atau teroris, dan meminta Qatar untuk mengubah kebijakan-kebijakan utama politiknya

Diplomat Arab Saudi mengatakan bahwa Qatar kurang ˜memahami mengenai seriusnya situasi dan permasalahan sekarang.

Menteri luar negeri Arab Saudi selanjutnya mengatakan bahwa tindakan-tindakan akan diambil untuk Qatar di waktu yang tepat, dan akan sejalan dengan hukum internasional.

œKami tidak melakukannya karena kami ingin merugikan Qatar, kami melakukan ini guna membantu Qatar™, Adel bin Ahmed al-Jubeir mengatakan.

Pertemuan digelar ketika batas waktu bagi Qatar untuk memenuhi semua tuntutan beberapa negara tetangga tersebut berakhir.

Tuntutan itu di antaranya mencakup penutupan stasiun televisi Al Jazeera, penutupan pangkalan militer Turki, pengurangan kerja sama dengan Iran, dan pemutusan hubungan dengan kelompok yang berpusat di Mesir, Ikhwanul Muslimin.

Sebelumnya, dalam keterangan di London, Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani, menggambarkan pemutusan semua hubungan yang dialami negaranya sama halnya dengan ‘pengepungan yang merupakan pelanggaran dan penghinaan’.

“Jawaban atas ketidaksetujuan kami bukan blokade atau ultimatum, tapi adalah dialog,” kata Sheikh Mohammed bin Abdulrahman al-Thani.

Qatar -negara berpenduduk 2,7 juta jiwa dan salah satu negara terkaya di dunia- sangat tergantung dengan impor untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sumber: bbcindonesia

BACA JUGA : Sektor teknologi reli, Nasdaq hentikan penurunan 3 sesi beruntun

Rifan Financindo – Saham AS berakhir sebagian besar lebih tinggi pada hari Rabu dalam perdagangan pasca-liburan, terangkat oleh kenaikan di saham teknologi, perawatan kesehatan dan keuangan. Perdagangan hari ini merupakan perdagangan sesi penuh pertama pada bulan Juli dan menyusul perdagangan yang dipersingkat pada hari Senin, dengan pasar ditutup pada hari Selasa dalam rangka Hari Kemerdekaan.

Dow Jones Industrial Average ditutup datar di level 21.479, indeks S & P 500 naik 0,2% untuk berakhir di level 2.433. Sementara itu, Nasdaq Composite Index menikmati performa terbaik di antara indeks acuan lainnya pada hari ini, meningkat 0,7% ke level 6.150, setelah ditutup di zona warna merah dalam tiga sesi terakhir.

Pergerakan hari Rabu mengikuti rilis risalah pada dari Federal Reserve pukul 2 siang. Timur AS, yang memberi sinyal niat bank sentral untuk mulai menyusutkan neraca $ 4.5 triliunnya pada awal September.

Mengurangi neraca, terakumulasi selama krisis keuangan 2008-’09, dapat menjadi pengetatan tambahan dikarenakan the Fed bertujuan untuk menormalisasi kebijakan moneter. (Sdm)

Sumber: Marketwatch

 

Rifan Medan