AUD/JPY Melonjak ke Tertinggi 3-1/2 bulan, Akankah RBA Berbalik Hawkish?

Rifan Financindo – Rifan FinancindoPenurunan tajam Yen Jepang mendorong kenaikan AUD/JPY ke level tertinggi 3-1/2 bulan di level 86,95 menjelang keputusan suku bunga RBA pada pukul 04:30 GMT.

Akankah RBA berbalik hawkish?

Bank Sentral Eropa (ECB), Bank of England (BoE) dan Bank of Canada (BOC) semuanya telah membuat pernyataan hawkish dalam beberapa pekan terakhir, tampaknya mempersiapkan pasar untuk melepaskan stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Investor bertanya-tanya apakah RBA akan bergabung dalam barisan tersebut. Sebagian besar ekonom percaya bahwa bank sentral cenderung mempertahankan sikap netralnya karena AUD sudah kuat dan inflasi di bawah rata-rata 10 tahun. Pasar tenaga kerja terus menguat, namun tidak ada tanda-tanda inflasi harga upah.

Tidak ada perubahan dalam naratif yang mungkin mengecewakan bulls AUD yang bertaruh dengan sikap hawkish, sehingga menyebabkan pullback AUD/JPY. Permintaan untuk AUD akan melonjak jika bank sentral memihak ke sisi hawkish.

Level Teknis AUD/JPY

Pasangan terakhir terlihat diperdagangkan di sekitar 86,88. Terobosan di atas 87,03 (Fib ext 100% dari rendah Juni – tinggi 20 – rendah 22 Juni) akan membuka jalan ke atas menuju 87,49 (tinggi 15 Mar.) dan 87,53 (tinggi 15 Des.). Pada sisi negatifnya, tembusan penembusan support di 86,54 (tinggi 29 Juni) akan mengekspos 86,00 (angka bulat) dan 85,85 (rendah Jumat).

Sumber: FXstreet

BACA JUGA : Ingin ledakkan diri di konser Elton John, remaja Inggris dihukum seumur hidup

Rifan Financindo – Pengadilan di Inggris hari Senin (03/07) menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup terhadap seorang remaja yang berencana meledakkan diri di konser bintang pop Elton John di London untuk memperingati serangan 11 September.

Haroon Syed, demikian nama remaja berusia 19 tahun tersebut, kepada seseorang yang ia kenal di media sosial mengatakan ia ingin mendapatkan senapan mesin dan rompi bom.

Seseorang yang ia kontak tersebut adalah agen rahasia Inggris yang menyamar sebagai anggota sel militan. Syed mengakui dakwaan menyiapkan serangan teror dan menyesal telah mendukung ideologi ekstrem.

Selama sidang digelar terungkap bagaimana sikap Syed berubah sejak akhir 2014, bersamaan dengan dukungan yang makin besar dari kelompok radikal di Inggris terhadap kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS).

Saat kasusnya diselidiki, aparat mendapatkan petunjuk bahwa Syed melalukan pencarian di internet untuk mencari justifikasi serangan terhadap warga sipil.

Salah satu pencarian yang ia lakukan antara lain: ‘bagaimana saya tidak sedih (setelah mendengar bahwa) Inggris membunuh orang-orang yang tidak bersalah di Suriah’.

Ketika ia ditangkap pada September 2016, aparat bertanya kata sandi yang ia pakai dan ia menjawab, “ISIS.”

Syed menjadi radikal ‘setelah mendapat pengaruh dari anggota-anggota kelompok yang dilarang Al Muhajirun’.

Hakim memerintahkannya untuk menjalani hukuman minimal selama 16,5 tahun.

Tahun lalu, saudara Syed dihukum seumur hidup karena berencana memenggal seseorang di hari untuk memperingati jasa-jasa pahlawan di Inggris.

 

Sumber: BBC

Rifan Medan