1

AUD/USD: Risiko ke 0,74 Jika Fed Hawkish?

Rifanfinancindo – Saat ini, AUD/USD diperdagangkan di 0,7557, turun -0,03% hari ini, setelah membRifanfinancindoukukan tertinggi harian di 0,7569 dan terendah harian di 0,7556.

AUD/USD meluncur pada grafik lima menit tetapi konsolidasi menjelang FOMC. Komoditas berkinerja dengan baik selain minyak dan mendukung Aussie yang telah terseret naik dari 0,7540 ke 0,7580 dan resisten di sana.

Terkait dengan Fed, jika ada skenario kenaikan hawkish, Aussie bisa berada di bawah tekanan luar biasa dengan perhatian tertuju pada level 0,74. “bias pengetatan The Fed ditambah ekspansi fiskal AS seharusnya menjaga tekanan positif pada suku bunga AS dan dolar AS. Terhadap batu bara dan bijih besi yang cenderung mempertahankan sebagian kenaikan dramatis mereka, dan data ekonomi untuk kuartal keempat dan pertama yang seharusnya membaik, tetapi hal positif tersebut akan tunduk pada tren dolar AS. Peringkat AAA Australia akan tetap menjadi masalah dalam anggaran Mei.”

Sumber : FXstreet

BACA JUGA : Minyak Rebound Seiring Laporan Turunnya Persediaan AS

Rifanfinancindo – Minyak rebound di atas $ 48 per barel terkait penurunan yang dilaporkan dalam stok minyak mentah AS yang mengimbangi dorongan dalam produksi dari Arab Saudi.

Minyak berjangka naik sebanyak 2,4 persen di New York setelah merosot hampir 11 persen tujuh sesi sebelumnya. persediaan AS turun 531.000 barel pekan lalu, industri yang di danai American Petroleum Institute mengatakand alam sebuah laporan. Data pemerintah Rabu ini diperkirakan akan menunjukkan stok naik untuk minggu ke-10. Produksi Arab Saudi naik kembali di atas 10 juta barel per hari pada bulan Februari, menurut laporan OPEC pada Selasa kemarin.

West Texas Intermediate untuk pengiriman April naik sebanyak $ 1,15 sampai $ 48,87 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 48,34 pada 08:18 pagi di Hong Kong. Total volume perdagangan sekitar 61 persen di atas rata-rata 100-harinya. Kontrak kehilangan 68 sen menjadi $ 47,72 pada hari Selasa, penutupan terendah sejak 29 November

Brent untuk pengiriman Mei naik sebanyak 68 sen, atau 1,3 persen, ke $ 51,60 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Harga kehilangan 0,8 persen menjadi $ 50,92 pada Selasa. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 2,50 untuk WTI Mei.(mrv)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan