Bank Dunia: Perlambatan Ekonomi di India Tidak akan Lama

Rifan Financindo – Rifan financindoBank Dunia mengatakan pertumbuhan ekonomi India akan terpukul di tengah larangan mata uang, tetapi penurunan tersebut akan berumur pendek dan pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia itu akan segera bangkit kembali.

Perkiraan tersebut muncul sementara India berusaha menarik investor luar negeri, dengan Perdana Menteri Narendra Modi mengatakan India akan menjadi salah satu ekonomi yang paling digital di dunia.

Dalam sebuah laporan yang dirilis minggu ini, Bank Dunia menurunkan proyeksi ekonomi India untuk tahun fiskal yang berakhir Maret menjadi 7 persen dari 7,6 persen sebelumnya.

Ini karena penarikan hampir 86 persen uang kertas India dua bulan yang lalu ketika uang kertas dengan denominasi tinggi (500 dan 1.000 rupee) dilarang beredar dalam upaya untuk mengatasi penimbunan uang tunai tanpa pajak.

Estimasi ini sejalan dengan proyeksi pemerintah sendiri, yang mengatakan pertumbuhan akan merosot sekitar setengah persen.

Namun dalam ramalan yang akan menghibur para pembuat kebijakan di India, Bank Dunia mengatakan pertumbuhan akan segera bangkit. “India diduga akan kembali mendapatkan momentum, dengan pertumbuhan meningkat menjadi 7,6 persen pada tahun fiskal 2018-19 dan menguat menjadi 7,8 persen pada tahun fiskal 2019-20,” kata laporan itu.

Para pengecam menyebut larangan uang kertas yang tak terduga itu sebagai kebijakan yang sangat mengganggu ekonomi yang banyak menggunakan uang tunai dan memperingatkan bahwa dampak yang merugikan akan berkepanjangan.

Sumber: voaindonesia

BACA JUGA : Pound Jatuh pada Kekhawatiran Uni Eropa

Rifan Financindo – Pound jatuh seiring laporan bahwa Perdana Menteri Inggris Theresa Mei akanRifan Financindo memberikan sinyal rencana untuk keluar dari pasar tunggal Uni Eropa untuk mendapatkan kembali kontrol perbatasan dan hukum Inggris.

Sterling turun sebanyak 1,6 persen terhadap greenback setelah The Sunday Times mengatakan bahwa May akan mempersiapkan diri untuk menarik diri dari perdagangan bebas tarif Uni Eropa dengan imbalan kemampuan untuk mengekang imigrasi dan mengambil penawaran komersial dengan negara-negara lain. Pound memangkas penurunan setelah Depkeu Inggris dikatakan berencana untuk menenangkan investor setelah pidatonya pada hari Selasa dan Times of London melaporkan Donald Trump akan menawarkan kesepakatan perdagangan yang cepat ke Inggris di saat dia memegang kekuasaan

Pound turun ke level $ 1,1986, level yang tidak terlihat sejak Oktober. Sterling memangkas penurunan 1,2 persen terhadap dolar. Yen menguat 0,3 persen ke level 114,12 per dolar pada pukul 08:33 pagi waktu Tokyo, sementara euro turun 0,1 persen ke level $ 1,0634.

Mata uang Inggris telah jatuh 19 persen terhadap dolar sejak rakyat Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa dalam referendum bulan Juni, dengan penurunan yang dialami sejak awal referendum terutama dipicu oleh kekhawatiran bahwa May akan mengejar apa yang disebut denga  ˜Hard Brexit ˜. (sdm)

Sumber: Bloomberg

 

Rifan Medan