1

Bursa AS Naik Akibat Penguatan Harga Minyak Sementara Dolar Melemah

Rifan Financindo – Rifan FinancindoBursa saham AS menguat untuk hari ketiga karena kunjungan Presiden Donald Trump ke Arab Saudi membuka kesepakatan yang mengangkat saham industri dan minyak mentah terdorong di atas level $ 50 per barel sebelum OPEC bertemu minggu ini. Dolar tergelincir.

Indeks S&P 500 naik 0,5 persen menjadi 2.392,84 pada pukul 13:21 siang di New York. Indeks tersebut telah naik 1,5 persen dalam tiga hari menyusul rebound 1,8 persen pada Rabu lalu.

Kenaikan tiga hari Indeks S&P 500 mencapai 1,5 persen menyusul aksi jual terbesarnya tahun ini saat saham Boeing Co. melonjak setelah kunjungan Trump membayangi kegaduhan selama seminggu di Washington. Euro menguat setelah Kanselir Angela Merkel mengatakan mata uang yang “terlalu lemah” memberikan kesalahan untuk surplus perdagangan Jerman. Imbal hasil Treasury 10-tahun bergerak ke level 2,25 persen. Emas naik dan minyak mentah naik ke level tertinggi dalam satu bulan karena Arab Saudi mengatakan semua produsen sepakat untuk memperpanjang pemangkasan produksi.

Ada ketenangan relatif di pasar, menunjukkan bahwa investor berpikir bahwa pertumbuhan global dapat mengatasi gejolak politik di AS dan Brasil, bahkan saat ekonomi terbesar di dunia tersebut mendekati kenaikan biaya pinjaman lainnya. Manajer keuangan akan mengkaji risalah dari pertemuan terakhir Federal Reserve yang dirilis dalam minggu ini untuk mengukur kemungkinan kenaikan suku bunga pada bulan depan.

Sementara itu, Presiden Donald Trump berusaha keras untuk mengalihkan perhatian dari krisis politik dalam negeri seputar mantan Direktur FBI James Comey. Dia bepergian ke Timur Tengah, di mana perusahaan AS telah menandatangani transaksi multi-miliar dolar dalam industri pertahanan, energi dan infrastruktur, sebelum melanjutkan perjalanan ke Eropa.(frk)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Minyak Lanjutkan Gain Seiring Penurunan Stok AS Jelang Pertemuan OPEC

Rifan Financindo – Minyak mempertahankan keuntungan sebelum data pemerintah AS yang berencana untuk menunjukkan stok minyak mentah menyusut pada minggu ketujuh karena OPEC bersiap untuk bertemu pada hari Kamis demi memutuskan pemangkasan produksi.

Minyak berjangka Juli sedikit berubah di New York setelah naik untuk sesi keempat Senin kemarin. Persediaan AS mungkin turun sebesar 2 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum laporan Energy Information Administration pada hari Rabu besok. Irak mendukung sebuah proposal untuk melanjutkan pembatasan produksi hingga 2018, menambah dukungan untuk pengurangan yang lebih lama demi mengurangi pasokan global yang melimpah.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli berada di $ 51,12 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 1 sen, pukul 7:48 pagi di Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan sekitar 69 persen di bawah rata-rata 100 harinya. Kontrak Juni yang berakhir Senin setelah menguat 0,8 persen menjadi $ 50,73.

Brent untuk pengiriman Juli naik 26 sen atau 0,5 persen menjadi $ 53,87 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange pada hari Senin. Minyak mentah acuan global mengakhiri sesi dengan premi sebesar $ 2,74 untuk WTI Juli.(mrv)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan