Bursa China Menguat Akibat Reli Dalam Saham Properti

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOBursa saham China sedikit lebih tinggi pada hari Rabu, karena saham-saham properti mengalami reli untuk hari kedua dan di tengah berkembangnya ekspektasi reformasi perusahaan milik negara (BUMN).

Tapi volume perdagangan di Shanghai, yang menyusut ke level terendah dalam dua bulan pada hari Selasa, tetap tipis di tengah tanda-tanda bahwa investor mengalihkan fokus mereka ke emas dan obligasi.

Indeks CSI300 blue-chip China naik 0,2 persen menjadi 3,195.81 poin pada istirahat perdagangan, sedangkan Indeks Shanghai Composite naik 0,3 persen menjadi 2,979.44.

Di Hong Kong, indeks utama turun lebih dari 1 persen, mengikuti kerugian di pasar ekuitas global.

Keprihatinan atas ekonomi China terus menghantui investor. Sebuah survei swasta menunjukkan pada hari Rabu bahwa pertumbuhan di sektor jasa melemah pada bulan Juli, dengan ekspansi yang lebih lemah dalam aktivitas mendorong perusahaan untuk melepaskan pegawai untuk pertama kalinya dalam empat bulan terakhir.

Meskipun regulator berharap untuk membimbing modal ke ekonomi riil dengan aturan yang ketat, analis mengatakan likuiditas sebenarnya mengalir yang dianggap aset safe haven seperti obligasi dan emas.(frk)

Sumber: Reuters

BACA JUGA :?Bursa Jepang Melemah 1.4% Pada Istirahat Perdagangan Pagi

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOBursa saham Jepang jatuh untuk hari ketiga karena penguatan yen setelah rincian dari paket stimulus pemerintah mengecewakan para investor. Bank dan broker memimpin penurunan.

Indeks Topix melemah 1,4 persen menjadi 1,282.10 pada istirahat perdagangan di Tokyo, dengan semua kecuali tiga dari 33 kelompok industri yang turun. Indeks Nikkei 225 Stock Average merosot 0,9 persen. Yen diperdagangkan di level 101,19 per dolar setelah naik 1,5 persen pada hari Selasa karena paket belanja sebesar 28 triliun yen ($ 277 miliar) gagal untuk menyalakan optimisme bahwa Jepang dapat menghidupkan kembali perekonominya.

Kabinet Jepang mengumumkan belanja tambahan untuk tahun fiskal saat ini sebesar 4.6 triliun, setelah Perdana Menteri Shinzo Abe berupaya untuk meningkatkan perekonomian tanpa meninggalkan target untuk meningkatkan kesehatan fiskal. Paket ini akan mencakup 13.5 triliun yen dari kebijakan fiskal, termasuk 7.5 triliun yen belanja baru mulai tahun ini, dan 6 triliun yen dalam low-cost loans.(frk)

Sumber: Bloomberg

 

 

Rifan Medan