Cadangan Minyak AS Bertambah, Minyak Perpanjang Penurunan

ae6c23d1b00bccb9241d4078bb1920bdRIFAN FINANCINDO BERJANGKA : Minyak mempertahankan penurunan untuk hari kedua menyusul kenaikan stok minyak mentah AS secara tak terduga, menjaga stok tetap berada di level tertinggi dalam lebih dari delapan dekade.

Futures melemah 1,6 persen di New York setelah jatuh dari level tertinggi dalam tujuh bulan pada hari Rabu di tengah melonjakbya mata uang AS. Cadangan minyak AS meningkat 1,3 juta barel pekan lalu, menurut data pemerintah. Hujan di Kanada dapat memperlambat kebakaran yang telah bergeser kembali ke arah operasi minyak-pasir. Bloomberg Spot Indeks Dollar menguat setelah Federal Reserve menerbitkan menit dari kebijakan moneter terbaru mereka yang menunjukkan kenaikan Juni merupakan hal yang mungkin untuk dilakukan.

Minyak mentah telah melonjak lebih dari 80 persen sejak merosot ke level terendah dalam 12 tahun pada awal tahun ini pada tanda-tanda suplus stok global akan mereda menyusul penurunan output AS . Strategi OPEC untuk mempertahankan pangsa pasar bekerja, kata menteri minyak Kuwait dalam sebuah wawancara Rabu dan pasar berubah menjadi defisit lebih awal dari yang diharapkan, menurut Goldman Sachs Group Inc.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni, yang berakhir Jumat, turun 78 sen ke level $ 47,41 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 47,60 pada pukul 01:33 siang waktu Singapura. Total volume perdagangan yakni sekitar 27 persen di atas rata-rata 100-hari. Kontrak aktif Juli melemah 85 sen ke level $ 47,93.

Brent untuk pengiriman Juli, kehilangan 91 sen, atau 1,9 persen, ke level $ 48,02 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak jatuh 35 sen ke level $ 48,93 pada hari Rabu. Minyak mentah patokan global ini diperdagangkan pada premium 9 sen untuk WTI bulan Juli. (sdm)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan