Cadangan Minyak AS Menguat, Minyak Pertahankan Penurunan Di Bawah $ 53

Rifanfinancindo – RifanfinancindoMinyak pertahankan kerugian di bawah $ 53 per barel setelah data menunjukkan cadangan minyak mentah AS naik untuk pertama kalinya dalam lima minggu, kenaikan tak terduga yang memperburuk ketergantungan terhadap persediaan.

Minyak berjangka untuk bulan Februari sedikit berubah di New York setelah turun 1,5 persen pada hari Rabu. Pasokan minyak mentah naik sebesar 2,25 juta barel pekan lalu, menurut laporan dari Energy Information Administration. Analis yang disurvei oleh Bloomberg memperkirakan penurunan 2,5 juta barel, sedangkan data dari industri juga mengisyaratkan penurunan. OPEC dan negara-negara produsen dari luar kelompok yang setuju untuk memangkas produksi tahun depan akan berpegang pada komitmen, kata Menteri Energi Rusia.

Minyak telah diperdagangkan mendekati $ 50 per barel karena Organisasi Negara Pengekspor Minyak pada 30 November lalu setuju memangkas produksi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir. Produsen non-OPEC termasuk Rusia dan Meksiko juga akan memangkas pasokan. Sementara itu, persediaan minyak mentah AS tetap pada tingkat musiman tertinggi sejak EIA mulai mengumpulkan data mingguan pada tahun 1982.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari berada di $ 52,59 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 10 sen, pada pukul 08:15 pagi waktu Hong Kong. Kontrak WTI turun 81 sen menjadi $ 52,49 per barel pada hari Rabu. Total volume perdagangan sekitar 85 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman Februari kehilangan 89 sen, atau 1,6 persen, ke $ 54,46 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, pada hari Rabu. Minyak mentah acuan global mengakhiri sesi lebih sebesar $ 1,97 dari WTI.(frk)

Sumber: Bloomberg

 

Rifan Medan