Cadangan Minyak Mentah AS Turun, Minyak Memperpanjang Kenaikan

Rifanfinancindo –¬†RifanfinancindoMinyak memperpanjang kenaikan setelah data industri menunjukkan cadangan minyak mentah AS turun pekan lalu, pemangkasan ketersediaan persediaan.

Minyak berjangka untuk bulan Februari meningkat sebanyak 0,6 persen di New York setelah naik 0,5 persen pada hari Selasa. Persediaan minyak mentah AS turun 4.15 juta barel, menurut laporan dari American Petroleum Institute. Data dari Energy Information Administration pada hari Rabu juga diperkirakan akan menunjukkan penyusutan pasokan. Libya membuka kembali dua ladang minyak terbesarnya dan siap untuk memuat kargo minyak mentah pertamanya dalam dua tahun terakhir dari terminal ekspor terbesar.

Minyak telah diperdagangkan mendekati $ 50 per barel karena Organisasi Negara Pengekspor Minyak pada 30 November lalu setuju untuk memangkas produksi mereka untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir. Produsen non-OPEC termasuk Rusia juga akan memangkas pasokan. Persediaan minyak mentah AS, berada di tingkat musiman tertinggi sejak EIA mulai mengumpulkan data mingguan pada tahun 1982, diproyeksikan akan turun untuk minggu kelima.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari naik sebanyak 30 sen menjadi $ 53,60 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 53,55 pada pukul 08:39 pagi di Hong Kong. Kontrak untuk bulan Januari berakhir pada hari Selasa setelah menambahkan 11 sen menjadi $ 52,23 per barel. Total volume perdagangan sekitar 62 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman Februari naik 43 sen, atau 0,8 persen, ke $ 55,35 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, pada hari Selasa. Minyak mentah acuan global mengakhiri sesi lebih sebesar $ 2,05 dari WTI.(frk)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Emas Stabil di Perdagangan Asia Setelah Mencapai 10-Bulan Terendah

RifanFinancindo – Emas sedikit berubah di perdagangan Asia karena penguatan dolar membebani sentimen investor.

Bullion untuk pengiriman segera berada di $ 1,131.67 per ons pada pukul 08:34 pagi di Singapura, level terendah sejak 15 Desember, menurut Bloomberg.

Pada Selasa kemarin, logam ditutup turun 0,5 persen dan berada di level $ 1,132.35 per ons, dan telah menyentuh level terendah sejak 29 Januari lalu.

Indeks Bloomberg Dollar Spot sedikit berubah; sejauh ini telah menguat 7,6% dalam kuartalan, ditetapkan untuk kenaikan tiga bulan terbesar sejak kuartal ketiga 2008.(frk)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan