1

Data ekonomi Inggris dorong sterling menuju pekan terburuk dalam 4 pekan terakhir

Rifan Financindo – Sterling terseret menuju minggu terburuknya dalam empat minggu belakangan padRifan Financindoa hari Jumat setelah data output industry dan perdagangan yang di bawah perkiraan memberikan tambahan pembacaan suram untuk ekonomi Inggris sehingga menambah pertanyaan tentang pergeseran sikap suku bunga Bank of England.

Data yang menunjukkan kontraksi tak terduga pada output industri Inggris pada bulan Mei menempatkan sterling pada mode defensif sejak awal perdagangan Eropa dan mata uang tersebut memperpanjang penurunannya terhadap dolar setelah laporan pasar tenaga kerja AS yang kuat.

Pada pukul 15:30 waktu GMT, pound turun lebih dari setengah persen ke level $ 1,2879, setelah sebelumnya turun ke level $ 1,2867. Pound berada 0,4 persen lebih rendah di level 88,41 pence per euro.

Angka tersebut juga menandai penyusutan di sektor manufaktur dan konstruksi Inggris, dan mengikuti indeks survei manajer pembelian di awal minggu yang biasa-biasa saja di seluruh papan.

Ditambah dengan defisit perdagangan yang melebar, pembacaan tersebut membuat keraguan tentang apakah BoE akan mengikuti retorika hawkish baru-baru ini dan segera menaikkan suku bunga yang bertahan pada rekor terendah selama 10 tahun.

Mata uang negara beribukota London ini terakhir diperdagangkan menguat 0,1 persen ke level 146,88 yen. (Sdm)

Sumber: Reuters

BACA JUGA : Dolar AS kokoh setelah laporan pekerjaan AS dukung rencana pengetatan Fed

Rifan Financindo – Dolar berada pada pijakan yang solid di awal perdagangan Asia pada hari Senin, setelah kenaikan yang lebih besar dari perkiraan di lapangan kerja AS menunjukkan agar Federal Reserve bertahan dengan rencana pengetatannya untuk sisa tahun ini.

Pertumbuhan lapangan kerja AS melonjak lebih dari yang diperkirakan pada bulan Juni dan pengusaha menaikkan jam kerja bagi para pekerja, menunjukkan bahwa the Fed dapat mengikuti rencananya untuk menaikkan suku bunga ketiga tahun ini dan mulai mengurangi neraca meskipun kenaikan upah yang lesu dan inflasi yang kurang positif.

Terhadap yen, dolar menguat 0,1 persen ke level 113,98, setelah mencapai level tinggi 114,18 pasca rilis laporan pekerjaan, yang merupakan level tertinggi sejak 11 Mei.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap keranjang mata uang, stabil di level 96.018.

Euro turun tipis 0,1 persen ke level $ 1,1400 namun menguat terhadap mitra Jepang-nya. Euro berada 0,1 persen lebih tinggi ke level 129,99 yen, setelah naik setinggi 130,129 yen pada hari Jumat, yang tertinggi sejak Februari 2016. (Sdm)

 

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan