1

Dolar AS menguat pasca jauhi posisi rendah vs yen, Aussie tunggu RBA

Rifanfinancindo – RifanfinancindoDolar menguat pada hari Selasa setelah merayap menjauh dari level terendah 18 hari terhadap yen berkat penguatan di imbal hasil AS sementara dolar Australia stabil menjelang keputusan kebijakan oleh bank sentral negara itu nanti.

Mata uang AS sedikit berubah di level 110.425 yen setelah tergelincir semalam ke level 110.250, yang merupakan level terendah sejak 18 Mei.

Dolar berada di bawah tekanan seiring laporan pekerjaan non-pertanian A.S. yang lebih lemah dari perkiraan mendorong investor untuk mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga di masa mendatang oleh Federal Reserve.

Euro stabil di level $ 1,1255 setelah tergelincir sekitar 0,3 persen di hari sebelumnya untuk mundur dari level tujuh bulan tertinggi pada penurunan dolar yang lebih luas.

Kenaikan mata uang bersama itu juga terhenti seiring situasi wait-and-see menjelang pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa hari Kamis mendatang.

Dolar Australia sedikit berubah di level $ 0,7487.

Sterling nyaris tak bergerak di level $ 1,2097 setelah naik semalam ke level tinggi 10 hari di level $ 1,2940 setelah sebuah jajak pendapat memperlihatkan Partai Konservatif yang berkuasa di Inggris memimpin dengan nyaman perolehan suara menjelang pemilihan parlemen hari Kamis. (sdm)

Sumber: Reuters

BACA JUGA : Saham Hong Kong berakhir melemah jelang data ekonomi China (Review)

Rifanfinancindo – Saham Hong Kong ditutup melemah pada hari Senin, jeda pasca mencapai level intraday tertinggi 23 bulan, dengan investor menunggu rilis data ekonomi China untuk bulan Mei dan keputusan suku bunga Federal Reserve AS akhir bulan ini.

Indeks Hang Seng turun 0,2% menjadi 25.862,99, sedangkan China Enterprises turun 0,7% menjadi 10.797,05 poin.

Hang Seng telah melonjak lebih dari 17% sepanjang tahun ini, dibantu oleh arus masuk uang China, namun investor semakin berhati-hati di tengah tanda-tanda investor global meningkat.

Dana yang diperdagangkan di bursa Hong Kong (ETF) telah menyaksikan arus keluar bersih sebesar HK $ 8,5 miliar ($ 1,09 miliar) selama lima bulan pertama tahun ini, termasuk HK $ 5,4 miliar yang mengalir dari Tracker Fund of Hong Kong ETF, menurut China Investment Efek (HK).

Hal ini mencerminkan daya tarik pasar negara berkembang karena pasar AS dan Eropa menguat. Kenaikan suku bunga lainnya oleh Federal Reserve bulan ini bisa menarik lebih banyak uang ke Amerika Serikat.

Sementara itu, investor tengah menunggu serangkaian data ekonomi dari China untuk menilai kesehatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Kinerja sektor bervariasi. Indeks pengembang China melonjak sekitar 3% ke rekor tertinggi.

Saham Hong Kong di China Shenhua melonjak sebanyak 6,8% karena spekulasi kemungkinan kesepakatan merger antara induk perusahaannya dan produsen listrik negara besar lainnya.(yds)

Sumber: Reuters

Rifan Medan