Dolar AS Menuju Gain Mingguan verus Yen jelang Pidato Yellen

Rifanfinancindo – Rifanfinancindo Dolar menuju kenaikan mingguan terhadap yen sebelum Ketua Federal Reserve Janet Yellen berbicara tentang kebijakan moneter setelah mengatakan pada hari Rabu membaiknya perekonomian menjamin kenaikan bertahap tingkat suku bunga.

Obligasi tenor 10-tahun telah naik pekan ini untuk pertama kalinya sejak pertengahan Desember, membantu menghidupkan kembali permintaan untuk greenback. Mata uang AS anjlok pada awal pekan ini di saat Presiden terpilih Donald Trump mengatakan ia pikir dolar AS bergerak terlalu kuat. Pelantikan Trump akan berlangsung nanti hari ini di Washington.

USD / JPY telah naik 0,4% minggu ini ke level 114,93; Pasangan ini tidak berubah pada hari Kamis di dekat level resistennya di level tertinggi pada 12 Januari 115,51. Dolar AS sedikit berubah hari Jumat. Bloomberg Spot Indeks Dollar juga sedikit berubah, setelah naik 0,1% minggu ini.

Yellen akan berbicara di Stanford Institute untuk Kebijakan Ekonomi pada pukul 08:00 WIB pada prospek ekonomi dan pelaksanaan kebijakan moneter AS.

AUD / USD telah naik 0,8% minggu ini ke level 0,7560; melewati level tinggi pada 15 November di level 0,7581 dan masih bisa bergerak lebih lagi. (sdm)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Stok AS Turun, Minyak Pertahankan Kenaikan

Rifanfinancindo – Minyak mempertahankan keuntungan di atas level $ 51 per barel seiring stok terbesar di pusat penyimpanan minyaj mentah AS menurun, sementara OPEC dan Rifanfinancindonegara-negara produsen lainnya mengekang output untuk meringankan kelebihan global.

Futures naik sebanyak 0,3 persen di New York setelah naik 0,6 persen pada hari Kamis. Stok di Cushing, titik pengiriman untuk West Texas Intermediate, turun 1,27 juta barel pekan lalu, penurunan terbesar sejak Oktober, menurut laporan pemerintah. Stok minyak mentah nasional secara tak terduga tiba berkespansi. Terdapat kerelaan yang “sangat kuat” dari negara-negara yang berjanji untuk melakukan pemotongan output dan bahwka kebanyakan produsen melakukan komitmen yang melebihi kesepakatan, menurut Arab Saudi.

WTI untuk pengiriman Februari, yang berakhir Jumat, naik sebanyak sen 16 sen ke level $ 51,53 per barel di New York Mercantile Exchange. Total volume perdagangan yakni sekitar 91 persen di bawah rata-rata 100-hari. Berjangka aktif masa Maret naik 16 sen ke level $ 52,28 pada 07:23 pagi waktu Hong Kong. Untuk bulan depan harga turun 1,6 persen minggu ini.

Brent untuk pengiriman Maret bertambah 24 sen, atau 0,5 persen, ke level $ 54,16 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, Kamis. Minyak mentah acuan global ini mengakhiri sesi dengan premi sebesar $ 2,04 untuk WTI Maret. (sdm)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan