Dolar AS Pertahankan Posisi di dekat Level Dua Minggu Tertinggi

PT RIFAN FINANCINDO -?rifan financindoDolar mempertahankan posisi di dekat level dua minggu tertinggi setelah data dan komentar minggu ini dari pejabat Federal Reserve menghidupkan kembali spekulasi kenaikan suku bunga pada akhir tahun ini.

Greenback meraih kenaikan tertinggi terhadap mata uang utama sejak 16 September pada hari Selasa setelah Fed Bank of Presiden Richmond Jeffrey Lacker mendesak bank sentral untuk mengetatkan kebijakan untuk membendung kemungkinan gejolak inflasi. Hal itu diikuti oleh pernyataan Senin oleh Presiden Fed Bank of Cleveland Loretta Mester bahwa ekonomi sudah matang untuk kenaikan suku bunga dan laporan yang menunjukkan manufaktur AS berekspansi pada bulan September. Data pekerjaan yang dirilis akhir pekan ini diperkirakan akan menunjukkan kenaikan dalam laju perekrutan.

Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur mata uang terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada pukul 10:03 di Tokyo, setelah naik 0,6 persen pada Selasa, di saat menyentuh level tertinggi sejak 21 September Greenback melemah 0,2 persen ke level ? 102,74, setelah naik selama enam hari berturut-turut sampai Selasa yang merupakan kenaikan beruntun terpanjang sejak Agustus. (sdm)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Minyak Lanjutkan Kenaikan Terkait Indikasi Penurunan Stok Minyak AS

Minyak melanjutkan penguatan seiring data industri mingguan mengisyaratkan penurunan pada stok minyak mentah AS sehingga memangkas pasokan.

Futures naik sebanyak 1,3 persen di New York setelah tergelincir 0,3 persen pada hari Selasa. Stok turun 7,6 juta barel pekan lalu, American Petroleum Institute mengatakan dalam laporan. Data Administrasi Informasi Energi Rabu diperkirakan menunjukkan stok akan meningkat. Kesepakatan antara OPEC dan non-anggota OPEC dapat memangkas produksi sebesar 1,2 juta barel per hari dan mendorong harga sebanyak $ 15 per barel, menurut menteri minyak Venezuela.

West Texas Intermediate untuk pengiriman November naik 61 sen ke level $ 49,30 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 49,18 pada pukul 08:27 pagi waktu Hong Kong. Kontrak kehilangan 12 sen ke level $ 48,69 hari Selasa setelah naik 9,3 persen pada empat sesi sebelumnya. Total volume yang diperdagangkan yakni sekitar 13 persen di atas rata-rata 100-hari. Harga naik 7,9 persen bulan lalu.

Brent untuk pengiriman Desember berada 44 sen, atau 0,9 persen lebih tinggi di level $ 51,31 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak acuan global ini berada di premium $ 1,53 untuk WTI bulan Desember. (sdm)

Sumber: Bloomberg

 

Rifan Medan