Dolar AS stabil pasca pada reaksi spontan untuk laporan Fed

Rifan Financindo – Rifan FinancindoDolar menjauh dari posisi terendah semalam dan bergerak stabil hari Kamis seiring pasar menilai kembali laporan pertemuan kebijakan terakhir Federal Reserve, yang menjaga prospek kenaikan suku bunga bulan Maret masih mungkin dilakukan.

Laporan pertemuan Fed Jan.31 – 1 Feb mencatatkan bahwa banyak pembuat kebijakan mengatakan itu mungkin hal yang tepat untuk menaikkan suku bunga lagi ” segera” apabila data pekerjaan dan inflasi berada sesuai dengan harapan.

Hal ini awalanya mengecewakan para bulls dolar, yang berharap untuk nada lebih hawkish setelah Ketua Fed Janet Yellen mengatakan pekan lalu bahwa menunggu terlalu lama untuk menaikkan suku bunga lagi akan menjadi “tidak bijaksana.” Greenback juga merosot seiirng pembuat kebijakan menyebutkan konsekuensi pelemahan ekonomi dari dolar yang lebih kuat.

Mata uang AS jatuh ke posisi terendah di level ¥ 112,905 semalam dalam reaksi spontan terhadap laporan pertemuan Fed namun kembali naik 0,1 persen ke level 113,420 Kamis pagi.

Indeks dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama pulih dari penurunan semalam dan naik 0,15 persen menjadi 101,380. Indeks ini telah berpindah tempat di antara posisi satu minggu tertinggi di 101,720 dan posisi terendah 101,170 pada hari Rabu.

Euro berada 0,1 persen lebih rendah di level $ 1,0548, telah menarik diri dari level rendah 1-1 / 2-bulan di level $ 1,0494 yang disentuh pada  hari sebelumnya.

Sterling sedikit berubah di level $ 1,2450 setelah jatuh hari Rabu seiring data menunjukkan investasi bisnis Inggris jatuh pada kuartal keempat tahun 2016, yang menunjukkan masa ekonomi yang lebih keras sedang menunggu di depan. (sdm)

Sumber: cnbc

BACA JUGA : Saham asia tergelincir dari posisi tertinggi 19 bulan

Rifan Financindo – Saham Asia tergelincir dari level tertinggi 19-bulan hari Kamis, sementara dolar berusaha untuk stabil setelah penurunan yang diderita di tepat setelah rilis laporan pertemuan terakhir Federal Reserve AS yang menunjukkan pendekatan yang lebih hati-hati untuk kenaikan suku bunga.

Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang secara fraksional bergerak lebih rendah.

Nikkei Jepang turun 0,1 persen, sementara saham Australia kehilangan 0,3 persen.

Semalam di Wall Street, Dow Jones Industrial Average berakhir hampir 0,2 persen lebih tinggi, menorehkan rekor penutupan kesembilan beruntun lurus.

Namun ptimisme tersebut, tidak menyebar ke indeks lainnya, dengan S & P 500 dan Nasdaq keduanya ditutup sekitar 0,1 persen lebih rendah. (sdm)

Sumber: Reuters

Rifan Medan