Dolar Australia Melemah Setelah Data Pekerjaan Tanpa Diduga Menurun

PT RIFAN FINANCINDO –¬†

Dolar Australia melemah setelah pemerintah merilis data ekonomi yang menRIFAN FINANCINDOunjukkan pekerjaan tanpa diduga menurun untuk bulan September.

Aussie turun 0,2 % ke level 77,06 sen AS pada pukul 11:45 siang waktu Sydney dari hari Rabu. Mata uang ini naik selama enam hari terakhir, kenaikan beruntun terpanjang sejak Maret.

Tingkat pengangguran Australia sebesar 5,6 % pada bulan September, dibandingkan dengan perkiraan 5,7 % dalam survei Bloomberg. Pekerjaan turun 9.800 pada bulan lalu dibandingkan perkiraan ekonom untuk peningkatan 15.000. (knc)

Sumber : Bloomberg

 

Dolar Australia melemah setelah pemerintah merilis data ekonomi yang menunjukkan pekerjaan tanpa diduga menurun untuk bulan September.

Aussie turun 0,2 % ke level 77,06 sen AS pada pukul 11:45 siang waktu Sydney dari hari Rabu. Mata uang ini naik selama enam hari terakhir, kenaikan beruntun terpanjang sejak Maret.

Tingkat pengangguran Australia sebesar 5,6 % pada bulan September, dibandingkan dengan perkiraan 5,7 % dalam survei Bloomberg. Pekerjaan turun 9.800 pada bulan lalu dibandingkan perkiraan ekonom untuk peningkatan 15.000. (knc)

Sumber : Bloomberg

BACA JUGA : Lonjakan Penjelajah Minyak Angkat Saham Asia di Sesi Pembukaan

PT RIFAN FINANCINDO –

Saham Asia menguat menjelang debat presiden AS terakhir diiringi lonjakan pada harga minyak ke level 15-bulan tertinggi didorong oleh produsen energi.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,1 % ke level 140,15 pada pukul 09:06 pagi waktu Tokyo, naik untuk hari ketiga. Indeks tersebut membukukan kenaikan terbesar untuk dua hari dalam hampir sebulan terakhir setelah data ekonomi  dari China menunjukkan pertumbuhan ekonomi terbesar di Asia pada kuartal ketiga tetap stabil dan spekulasi tumbuh untuk Federal Reserve yang akan berpegang pengetatan kebijakan moneter secara bertahap. Hillary Clinton dan Donald Trump akan pergi head-to-head dalam debat presiden AS yang terakhir dalam satu jam mendatang. Sebuah jajak pendapat nasional oleh Bloomberg Politik menunjukkan memimpin sembilan poin untuk Clinton. (knc)

Sumber : Bloomberg

Rifan Medan