Dolar Melemah Terkait Lambatnya Laju Kenaikan Suku Bunga Fed

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDODolar turun karena para pedagang terus melihat Federal Reserve yang berjalan lambat untuk menaikkan suku bunga.

Yen dan pound naik, sementara mata uang negara-negara pengekspor komoditas seperti Norwegia dan Australia memperpanjang rally yang membuat dua mata uang tersebut berkinerja terbaik dalam mata uang pasar negara berkembang pekan ini. Indeks dolar telah menghapus kenaikan yang dipicu oleh data ekonomi hari Jumat yang menunjukkan pertumbuhan gaji pada bulan kedua yang lebih baik dari perkiraan, terkait peluang dalam pasar berjangka untuk suku bunga AS yang lebih tinggi pada akhir tahun gagal untuk naik di atas 50 %.

Yen melonjak 0,4 % ke level 101,48 per dolar pada pukul 09:23 pagi waktu Tokyo, sementara pound menguat 0,5 %.

Krone Norwegia naik 0,4 % ke level 8,3710 per dolar, mengambil keuntungan pekan ini menjadi 1,6 %. Dolar Australia mencapai level tiga bulan tertinggi 76,98 sen Amerika Serikat dan telah melonjak 1 % sejak Jumat lalu.

Indeks Spot Dollar Bloomberg telah menurun 0,6 % selama minggu ini. (knc)

Sumber : Bloomberg

BACA JUGA :?Saham Asia Turun dari Satu Tahun Tertinggi Mengikuti Ekuitas Jepang

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDO

Saham Asia turun dari hampir satu tahun terakhir mengikuti pelemahan ekuitas Jepang setelah yen rebound dan perusahaan komoditas memimpin koreksi di seluruh wilayah.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2 % ke level 138,35 pada pukul 09:02 pagi waktu Tokyo setelah penutupan hari Selasa berada di level tertinggi sejak 11 Agustus. Saham material dan perawatan kesehatan mengalami penurunan terbesar di Indeks acuan regional. Indeks Topix Jepang melemah 0,5 %, dengan sektor eksportir membantu mengirimkan indeks acuan yang lebih rendah karena yen raih gain sebesar 0,6 % terhadap dolar.

Penurunan hari Rabu di saham Asia terjadi setelah ekuitas Asia melonjak sekitar 23 % dari level terendahnya pada bulan Februari, mengabaikan efek pemilihan suara di Inggris untuk meninggalkan Uni Eropa seiring bank sentral melepaskan pelonggaran moneter lebih lanjut sedangkan data ekonomi memacu kepercayaan di ekonomi terbesar dunia. Namun, penurunan pada minyak berlanjut dapat membebani optimisme investor, dan kedua saham China dan Jepang telah merosot pada tahun ini bahkan indeks acuan regional pulih.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,2 % pada hari Rabu. Indeks S & P / ASX 200 Australia melemah 0,1 %, seperti halnya Indeks S & P / NZX 50 Selandia Baru. Sementara pasar financial di China dan Hong Kong belum memulai trading. (knc)

Sumber : Bloomberg

Rifan Medan