Dolar Merosot Dari 5 Bulan Tertinggi Versus Yen

PT RIFAN FINANCINDO – RIFAN FINANCINDODolar jatuh dari lima bulan terhadap yen terkait spekulasi bahwa pemerintah AS akan melihat kekuatan baru mata uang tersebut sebagai ancaman bagi pertumbuhan ekonomi.

Indeks greenback turun untuk pertama kalinya sejak 8 November, hari terpilihnya Donald Trump sebagai presiden AS berikutnya. Spekulasi Trump akan memacu inflasi dengan meningkatkan belanja fiskal memicu lonjakan imbal hasil Treasury pekan lalu, meningkatkan kesenjangan mereka untuk obligasi Jepang yang terbesar dalam hampir tiga tahun terakhir. Dolar telah menguat terhadap semua kecuali satu dari 16 mata uang utama selama seminggu terakhir karena kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan naik di atas 90 persen.

Dolar jatuh 0,5 persen menjadi 107,90 yen pada pukul 10:02 pagi di Tokyo dari Senin, ketika naik ke 108,54, level terkuat sejak 3 Juni.

Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang dolar terhadap 10 mata uang utama, turun 0,2 persen, menghentikan kenaikan empat hari sebesar 3,2 persen. Indeks tersebut melonjak 2,8 persen pada pekan lalu, terbesar sejak September 2011.

Probabilitas The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember naik menjadi 92 persen dari 84 persen pada 8 November. Presiden The Fed Richmond Jeffrey Lacker mengatakan bahwa outlook fiskal yang lebih stimulatif biasanya menjamin tingkat kebijakan yang lebih tinggi. Berbicara dengan wartawan sebelum pidato di Chestertown, Maryland, Lacker juga mengatakan pemilu tampaknya telah menggeser harapan terhadap kebijakan fiskal, meskipun masih ada banyak yang harus di pelajari.(frk)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Bursa Saham Asia Di Buka Menguat Setelah Turun Dalam Dua Hari

PT RIFAN FINANCINDO – Bursa saham Asia di buka naik karena saham-saham Tokyo mempertahankan keuntungan yang telah mengangkat mereka ke dekat tujuh bulan tertinggi, sementara investor terus memposisikan diri untuk rencana stimulus fiskal Presiden AS terpilih Donald Trump.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2 persen menjadi 134,53 pada pukul 09:13 pagi di Tokyo, setelah turun dalam dua hari. Indeks Topix naik 0,1 persen karena saham Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. melonjak setelah pendapatan mengalahkan estimasi. Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,7 persen dan indeks Kospi Korea Selatan sedikit berubah.

Ekuitas Asia stabil setelah aksi jual di tengah spekulasi bahwa janji Trump untuk meningkatkan belanja infrastruktur AS akan mendorong pertumbuhan dan memacu inflasi di ekonomi terbesar dunia, memicu kecepatan kenaikan suku bunga AS yang lebih cepat dan dolar yang lebih kuat. Kemungkinan bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember naik menjadi 92 persen dari 80 persen pada minggu lalu. Kekhawatiran bahwa Trump akan menerapkan kebijakan perdagangan yang lebih proteksionis juga telah mendorong pelarian modal keluar dari pasar negara berkembang.

Indeks Topix naik untuk hari keempat berturut-turut, dan diperdagangkan di level tertinggi sejak April. Ekuitas Jepang telah menjadi yang paling kuat di antara pasar saham Asia karena laju yen tersendat setelah Trump terpilih pada pekan lalu. Mata uang Jepang turun 1,6 persen di New York pada hari Senin, memperpanjang penurunan dalam sebulan sebesar 3,2 persen. Yen menguat 0,3 persen pada awal perdagangan Selasa.

Indeks S&P/NZX 50 Selandia Baru naik 0,2 persen karena data menunjukkan industri jasa tumbuh pada kecepatan yang lebih cepat pada bulan Oktober dari bulan lalu. Pasar saham di Cina dan Hong Kong belum memulai perdagangan, bersama dengan pasar negara berkembang dari Indonesia hingga Filipina.

Setidaknya $ 916 juta telah ditarik dari pasar saham Indonesia, Malaysia, Filipina dan Thailand sejak kemenangan Trump pada 8 November lalu yang mengirimkan gelombang kejutan hingga pasar negara berkembang. Pasar saham di Asia Tenggara telah terpukul sangat keras, dengan Indeks Indonesia dan Filipina di antara pasar berkinerja terburuk di dunia di luar Amerika Latin. ekuitas di kawasan ini telah kehilangan banyak keuntungan dalam tahun ini.(frk)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan