Dolar Pertahankan Reli Terpanjang sejak Maret vs Yen

PT RIFAN FINANCINDO – Dolar AS mempertahankan gain terhadap yen, menjalani reli terpanjang sejak Maret, seiring data ekonomi yang kuat dan komentar dari pejabat Federal Reserve yang meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga AS tahun ini ke level tertinggi sejak Agustus.

Greenback menguat terhadap mata uang Jepang untuk hari ketujuh beruntun hari Rabu setelah perusahaan jasa AS berekspansi pada bulan September pada tingkat tercepat dalam hampir setahun sehingga menambah tanda-tanda penguatan ekonomi di negeri paman sam itu dan membuat Treasuries menjadi lebih rendah. Pejabat bank sentral menghidupkan kembali spekulasi mereka yang semakin dekat dengan pengetatan kebijakan, dengan Presiden Fed Chicago Charles Evans Rabu mengindikasikan bahwa satu kenaikan suku bungahingga akhir tahun mungkin dilakukan jika data terus membaik dan Presiden Fed Richmond Jeffrey Lacker mengatakan ia melihat kasus untuk menaikkan suku .

Yen sedikit berubah di level 103,46 per dolar pada pukul 09:57 pagi waktu Tokyo. Mata uang negara beribukota Tokyo ini telah kehilangan 2,1 persen terhadap greenback bulan ini dan merupakan pemain terburuk di antara 31 mata uang utama. Bloomberg Dollar Spot Index, yang mengukur mata uang terhadap sekeranjang 10 rekan-rekannya, sedikit berubah dari penutupan di New York.

Dolar Australia sedikit berubah di level 76,13 sen AS setelah laporan menunjukkan defisit perdagangan untuk Agustus menyempit. (sdm)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Saham Asia Naik terkait Yen, Saham Jepang dan Gain Saham Energi

PT RIFAN FINANCINDO – Saham Asia naik menyusul menguatnya saham Jepang setelah yen diperdagangkan mendekati level satu bulan rendah dan produsen energi meraih gain dengan minyak mentah.

MSCI Asia Pacific Index naik 0,4 persen ke level 140,91 pada pukul 09:07 pagi waktu Tokyo dan indeks Topix Jepang naik 0,7 persen. Yen turun 0,1 persen ke level 103,56 terhadap dolar, merasakan hari kedelapan penurunan, seiring meningkatnya taruhan bahwa Federal Reserve akan melakukan pengetatan kebijakan tahun ini di tengah tanda-tanda bahwa ekonomi negeri Paman Sam itu mendapatkan momentum.

Ekuitas AS menguat Rabu setelah laporan menunjukkan akselerasi di sektor manufaktur dan jasa. Angka menunjukkan pabrik dan pesanan barang tahan lama berakselerasi pada bulan Agustus, sementara perusahaan jasa Amerika berekspansi pada bulan September pada tingkat tercepat dalam hampir setahun. Angka kunci data pekerjaan pada akhir minggu juga bisa meningkatkan taruhan untuk biaya pinjaman yang lebih tinggi, dengan perkiraan data menunjukkan kenaikan dalam perekrutan.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,6 persen seiring Samsung Electronics Co melonjak 3,5 persen. Australia S & P / ASX 200 Index menguat 0,3 persen dan S & P / NZX 50 Index Selandia Baru turun 0,5 persen. Pasar China ditutup untuk sisa minggu ini, sedangkan di Hong Kong belum memulai trading saat berita ini diturunkan. (sdm)

Sumber: Bloomberg

 

Rifan Medan