Emas dalam Rentetan Penurunan Terpanjang terkait Spekulasi Fed

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOEmas turun untuk hari ketujuh berturut-turut, menuju jangka terpanjang penurunan sejak Mei, seiring komentar dari gubernur bank sentral mendorong spekulasi bahwa suku bunga AS akan naik segera mungkin setelah bulan depan sehingga menguatkan dolar.

Bullion untuk pengiriman segera kehilangan 0,4 persen ke level $ 1,316.09 per ounce, yang merupakan level terendah sejak 27 Juli dan diperdagangkan di level $ 1,317.59 pada pukul 9:02 pagi waktu Singapura, menurut harga publik Bloomberg. Logam ini turun 1,5 persen pekan lalu.

Reli emas tahun ini tertekan seiring kenaikan suku bunga September sekarang sedang di gadang Federal Reserve pasca Ketua Fed Janet Yellen mengatakan pada hari Jumat bahwa kasus pengetatan telah menguat, sementara wakilnya, Stanley Fischer, mengatakan kenaikan di pertemuan 20 September -21 mungkin untuk dilakukan. Pada hari Sabtu, Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda menegaskan janji untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut jika diperlukan sehingga berpotensi melemahkan yen.

Fed dana berjangka pada Jumat menunjukkan peluang 42 persen bahwa Fed akan menaikkan suku bunga pada awal bulan depan, naik dari 22 persen seminggu sebelumnya, dan investor sekarang mengalihkan perhatian mereka ke data gaji AS akhir pekan ini untuk petunjuk lebih lanjut. Suku bunga yang lebih tinggi cenderung menyakiti bullion sementara menguatkan mata uang AS, yang naik sebanyak 0,2 persen hari Senin. (sdm)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA ?:?Saham Asia Jatuh pasca Pidato Yellen

PT RIFAN FINANCINDO –Saham Asia di luar Jepang jatuh setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan, kasus untuk menaikkan suku bunga semakin kuat. Saham Tokyo menguat seiring pelemahan yen dan Gubernur Bank Jepang berjanji untuk menambah stimulus jika diperlukan.

MSCI Asia Pacific Index kecuali Jepang turun 0,8 persen pada pukul 09:12 pagi waktu Tokyo, setelah penurunan beruntun mingguan pertama sejak Juni. Yellen mengatakan di Jackson Hole pada hari Jumat bahwa kasus untuk pengetatan kebijakan telah menguat. Sementara dia berhenti mengungkapkan waktu spesifik untuk langkah pergerakan suku bunga, Wakil Ketua Stanley Fischer mengatakan kenaikan suku bunga pada bulan September mungkin untuk dilakukan.

Odds dari pergerakan suku bunga Federal Reserve pada bulan September melonjak menjadi 42 persen dari 22 persen minggu lalu, dengan peluang 65 persen pada bulan Desember seiring gubernur bank sentral menegaskan kembali sikap kebijakan moneter mereka untuk menghentikan ekonomi dari tergelincir ke dalam deflasi.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,5 persen. S & P / ASX 200 Index Australia melemah 0,1 persen. S & P / NZX 50 Index Selandia Baru sedikit berubah. Pasar di China dan Hong Kong belum memulai trading saat berita ini diturunkan. (sdm)

Sumber: Bloomberg

 

Rifan Medan