Emas menderita penurunan dua hari beruntun

RIFAN FINANCINDO – RIFAN FINANCINDOHarga emas menetap lebih rendah untuk sesi kedua hari Selasa, seiring menguatnya dolar terhadap rival-rival utamanya dan saham AS diperdagangkan sebagian besar lebih tinggi sehingga mengalihkan perhatian investor dari logam mulia.

Investor emas juga tetap bersikap defensif seiring mereka menghadapi kemungkinan kuat dari kenaikan suku bunga Federal Reserve minggu depan dan kemungkinan bahwa kebijakan moneter akan mengetat dengan kecepatan yang terakselerasi pada tahun 2017 sehingga meningkatkan dolar dan memotong permintaan untuk logam kuning.

Emas berjangka untuk pengiriman Februari turun $ 6,40, atau 0,5%, untuk menetap di level $ 1,170.10 per ounce. Kontrak tersebut jatuh di bawah level $ 1.160 per ounce sebelumnya pada hari Senin, sempat menjejaki level  yang tidak terlihat sejak Februari.

Indeks dolar ICE U.S. diperdagangkan lebih tinggi 0,4% setelah kenaikan kuat pada bulan November dan awal Desember. Penguatan dalam dolar AS sering membuat komoditas, termasuk emas, menjadi kurang menarik bagi pemegang mata uang lainnya. (sdm)

Sumber: MarketWatch

 

BACA JUGA : Penurunan Harga Minyak Picu Saham AS Bergerak Bervariasi di Wall Street

Saham-saham menjadi bimbang antara keuntungan dan kerugian kecil dalam perdagangan tengah hari di Wall Street pada hari Selasa. Perusahaan energi merosot karena harga minyak mentah berbalik lebih rendah pasca reli selama empat hari. Dow Jones Industrial Average tergelincir setelah membuat rekor penutupan tertinggi di hari sebelumnya.

Dow Jones kehilangan 7 poin, atau 0,1 persen, ke 19.209 pada pukul 12:10 siang waktur Timur. Indeks Standard & Poor 500 naik 2 poin, atau 0,1 persen, ke 2.207 dan indeks Nasdaq composite naik satu poin, atau kurang dari 0,1 persen, ke 5.310.

Reli dalam harga minyak mereda setelah keuntungan empat hari didorong oleh kesepakatan OPEC untuk memangkas produksi tahun depan. Minyak mentah acuan AS turun $ 1,06 menjadi $ 50,73 di New York. Minyak mentah Brent, standar internasional, turun $ 1,05 ke $ 53,89 per barel di London. Di antara saham-saham energi, operator pipa Kinder Morgan dan Devon Energy masing-masing turun 1 persen.(frk)

Sumber: AP

Rifan Medan