Emas Menuju Penuruan Terpanjang dalam 5 Pekan

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOEmas menuju bentangan penurunan terpanjang penurunan dalam lebih dari sebulan seiring menguatnya dolar di tengah spekulasi bahwa ekonomi AS mampu menahan kenaikan suku bunga tahun ini.

Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan di level $ 1,311.09 per ounce pada pukul 9:16 pagi waktu Singapura, dari level $ 1,311.60 pada hari Senin, menurut harga publik Bloomberg. Logam kuning ini turun untuk hari keenam, yang merupakan penurunan terpanjang sejak 26 Agustus

Prospek biaya pinjaman yang lebih tinggi di AS terus menggerogoti rally emas pad 2016. Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Loretta Mester mengatakan ekonomi sudah matang untuk kenaikan suku bunga dan mengulangi bahwa pertemuan November Fed harus dilihat sebagai “live” untuk keputusan kebijakan. Pada hari Senin, sebuah laporan dari Institute for Supply Management menunjukkan AS manufaktur berekspansi pada bulan September. Probabilitas kenaikan suku bunga Desember ? yang akan menyakiti emas seiring ketidakmampuan logam ini membayar bunga – terus meningkat dan sekarang menjadi 61 persen. (sdm)

Sumber: Bloomberg

 

BACA JUGA :?Saham Asia Naik seiring Penguatan Saham Jepang Naik

PT RIFAN FINANCINDO -?Sebagian besar saham Asia menguat, dengan saham Jepang menguat menyusul melemahnya yen, setelah data menunjukkan ekspansi di bidang manufaktur AS mendorong optimisme atas kesehatan ekonomi negeri Paman Sam itu.

MSCI Asia Pacific Index naik 0,1 persen ke level 140,74 pada pukul 09:16 pagi waktu Tokyo. Indeks Topix Jepang naik 0,6 persen seiring penurunan yen untuk hari keenam terhadap dolar. Yen turun 0,4 persen ke level 102,03 terhadap dolar. Kemungkinan Fed akan menaikkan suku pada bulan Desember naik menjadi 61 persen pada hari Senin, dari 51 persen pada seminggu sebelumnya menyusul pesanan baru dan produksi bertambah pada bulan lalu, menunjukkan perbaikan secara bertahap di seluruh lanskap manufaktur Amerika.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,4 persen, sedangkan S & P / ASX 200 Index Australia turun 0,4 persen dan S & P / NZX 50 Index Selandia Baru tergelincir 0,3 persen. Pasar di Cina daratan ditutup sepanjang minggu untuk liburan, sementara pasar Hong Kong belum memulai trading saat berita ini diturunkan. Kontrak pada indeks Hang Seng turun 0,1 persen dalam perdagangan terbaru mereka. (sdm)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan