Emas Pertahankan Kenaikan Karena Meredanya Peluang Kenaikan Suku Bunga AS

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOEmas pertahankan kenaikan dalam tiga hari karena investor mengkaji prospek untuk kenaikan suku bunga AS dan kepemilikan emas ETF mengalami rebound.

Bullion untuk pengiriman segera sedikit berubah di $ 1,326.90 per ons pada pukul 08:10 pagi di Singapura, setelah naik 1,4 persen dalam tiga hari sebelumnya, menurut Bloomberg.

Logam mulia naik 25 persen tahun ini karena ketidakpastian pertumbuhan AS mendorong Federal Reserve untuk menunda menaikkan biaya pinjaman tahun ini, dan Brexit vote mendorong permintaan akan safe haven. Pedagang berspekulasi bahwa pasar tenaga kerja Amerika tidak cukup kuat untuk menjamin kenaikan suku bunga bulan ini setelah data payrolls pada hari Jumat menunjukkan perekrutan pekerja bergerak moderat lebih dari yang di perkiraan ekonom pada bulan Agustus.

Investor membeli 0,6 metrik ton logam melalui ETF pada Jumat lalu, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg. Kemungkinan pejabat AS mmenaikkan suku bunga dalam review bulan ini telah berkurang menjadi 32 persen.(frk)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA :?Bursa Jepang Menguat Karena Yen Stabil, Saham Keuangan Naik

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOBursa saham Jepang menguat untuk hari kelima karena yen tetap stabil terhadap dolar dan investor menimbang kemungkinan program stimulus dari bank sentral.

Indeks Topix naik 0,2% ke 1,346.71 pada 09:12 pagi di Tokyo dengan perbankan dan perusahaan asuransi berada di antara kelompok-kelompok yang berkontribusi paling besar untuk kenaikan indeks. Nikkei 225 menguat 0,1% ke 17,046.85. Ekuitas sedang dalam pola bertahan dengan pasar saham AS ditutup untuk liburan Hari Buruh pada hari Senin kemarin dan komentar oleh Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda menyisakan keterbukaan untuk interpretasi arah kebijakan moneter bank sentral Jepang berikutnya. Yen diperdagangkan sedikit berubah terhadap dolar setelah menguat 0,5 persen pada Senin? kemarin.

Kuroda, pada hari Senin, menolak untuk mengesampingkan inisiatif baru untuk memicu inflasi setelah bank sentral melakukan kajian komprehensif dari kebijakan dan efektivitas mereka, sementara itu juga menahan diri dari menentukan apa yang mungkin dianggap sebagai pilihan lain di luar tiga bidang kebijakan saat bertindak.(frk)

Sumber: Bloomberg

 

Rifan Medan