Emas Rally Karena Menyusutnya Spekulasi Suku Bunga The Fed

PT RIFAN FINANCINDO –c16a9e03d7bf42348f524ae5f479c81fEmas mengalami keuntungan selama dua hari karena dolar melemah di tengah spekulasi Federal Reserve yang akan berpegang pada pengetatan bertahap kebijakan moneter dan para investor menunggu data ekonomi dari China.

Bullion untuk pengiriman segera naik 0,1 % ke level $ 1,263.61 per ons pada pukul 9:00 pagi waktu Singapura, menurut harga dari Bloomberg. Logam ini menguat 0,9 % dalam dua hari sebelumnya seiring mata uang dolar jatuh dari level tujuh bulan tertinggi.

Emas telah rally 19 % pada tahun ini, sebagian didorong oleh ketidakpastian The Fed pada kenaikan biaya pinjaman. Data pada hari Selasa menunjukkan bahwa sementara biaya hidup di AS meningkat di laju tercepatnya dalam lima bulan terakhir pada bulan September, kenaikan harga tidak termasuk volatil biaya makanan dan bahan bakar mengikuti perkiraan. Kemungkinan bahwa suku bunga AS akan naik pada bulan Desember turun menjadi 63 % setelah data inflasi, turun dari 66 % sehari sebelumnya.

Investor menunggu rilis data dari China pada produksi industri, penjualan ritel dan produk domestik bruto yang akan dirilis pada hari Rabu setelah sebuah laporan pekan lalu menunjukkan ekspor bangsa secara tak terduga menyusut pada bulan September. (knc)

Sumber : Bloomberg

BACA JUGA : Dolar Melemah Selama Dua Hari Terkait Meningkatnya Data Inflasi AS

PT RIFAN FINANCINDO – Dolar mengadakan penurunan selama dua hari setelah inflasi inti AS pada bulan September naik kurang dari perkiraan, mendorong pedagang untuk mengurangi taruhan untuk Federal Reserve yang akan menaikkan suku bunga tahun ini.

Mata uang dolar telah melemah terhadap 16 mata uang utama pekan ini kontrak harga berjangka menunjukkan pada laju secara bertahap pada kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS di tengah sinyal yang bervariasi dari ekonomi terbesar dunia. Greenback telah mengalami penurunan terbesar dibandingkan dengan mata uang utama lainnya dari negara-negara pengekspor komoditas sejak 14 Oktober, dengan pertumbuhan ekonomi dan output data dari China, Australia dan Selandia Baru berayun dari keuntungan pada Rabu depan, yang termasuk mitra dagang terbesar mereka.

Indeks Spot Dollar Bloomberg, yang mengukur mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada pukul 09:22 pagi waktu Tokyo, menyusul penurunan 0,5 % dalam dua hari sebelumnya. Pekan lalu, menyentuh level tertinggi sejak Maret. Greenback dibeli pada level ¥ 103,92 dari sebelumnya 103,87 ¥ pada hari Selasa. (knc)

Sumber : Bloomberg

Rifan Medan