Emas Sedikit Berubah Karena Investor Tunggu Petunjuk Dari Bank Sentral

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOEmas sedikit berubah karena investor tetap berada di luar batas sebelum pertemuan Federal Reserve dan Bank of Japan pekan depan, yang harus menjelaskan tentang kebijakan moneter lebih lanjut.

Bullion untuk pengiriman segera diperdagangkan pada $ 1,323.20 per ons pada pukul 08:52 pagi di Singapura, menurut Bloomberg. Logam menyentuh $ 1,314.24 pada hari Rabu, level intraday terendah sejak 2 September, sebelum pulih untuk ditutup 0,3 persen lebih tinggi.

Reli emas tahun ini telah terhenti terkait ketidakpastian mengenai apakah The Fed akan menaikkan biaya pinjaman, yang akan membuat emas kurang kompetitif terhadap aset berbunga. Kemungkinan kenaikan pada pertemuan kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada tanggal 20-21 September mendatang turun dua poin dari seminggu yang lalu menjadi 20 persen. Ekonom terbagi atas apakah BOJ akan melakukannya di akhir pertemuan kebijakan pada 21 September.(frk)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA :?Bursa Asia Memperpanjang Penurunan Untuk Hari Ke-6

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOBursa saham Asia melemah untuk hari keenam, yang merupakan penurunan terpanjang sejak Mei, karena tak menentunya pertumbuhan prospek stimulus bank sentral global. Bank-bank Jepang membebani indeks ekuitas acuan di kawasan tersebut di tengah kekhawatiran bahwa BOJ akan memperdalam kebijakan suku bunga negatif.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,3 persen menjadi 136,21 pada pukul 09:08 pagi di Tokyo. Indeks tersebut diperdagangkan di level terendah dalam lima minggu setelah valuasi dalam bulan ini naik ke level tertinggi dalam lebih dari satu tahun dan investor menempatkan probabilitas yang lebih tinggi dari penambahan stimulus moneter secara global. Hal tersebut dipicu oleh lonjakan volatilitas dalam seminggu terakhir di pasar ekuitas dari Hong Kong hingga New York. Indeks Topix Jepang turun terhadap spekulasi bank sentral akan mempelajari lebih dalam suku bunga negatif pada pertemuan minggu depan, merugikan prospek laba pada perusahaan pemberi pinjaman terbesar di negara tersebut.

Indeks acuan ekuitas Asia turun 4,2 persen dari puncaknya di tahun ini pada 7 September karena investor berspekulasi tentang pertemuan kebijakan Federal Reserve dan Bank of Japan minggu depan. Morgan Stanley mengatakan bahwa mereka mengharapkan BOJ untuk memilih suku bunga negatif dan meningkatkan marginal pembelian aset.(frk)

Sumber: Bloomberg

 

Rifan Medan