Emas Semakin Tertekan Karena Lonjakan Dolar

PT RIFAN FINANCINDO – RIFAN FINANCINDOEmas semakin tertekan. Bullion diperdagangkan di bawah level $ 1.200 per ons karena meningkatnya prospek kebijakan ekonomi oleh Presiden terpilih Donald Trump membantu kasus Federal Reserve untuk kenaikan suku bunga, mengangkat mata uang dolar ke level tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir diiringi ekuitas AS mencapai rekornya.

Bullion untuk pengiriman segera turun sebanyak 0,5 persen ke level $ 1,182.95 per ons dan berada di level $ 1,184.48 pada pukul 9:25 pagi waktu Singapura, menurut harga dari Bloomberg. Harga bullion merosot ke level $ 1,181.84 pada hari Rabu, yang terendah sejak Februari dan anjlok 7,3 persen pada bulan ini, yang terbesar sejak Juni 2013.

Logam yang dimaksudkan untuk melestarikan kekayaan di masa sulit telah tidak terlihat pada bulan ini karena investor berjuang dengan konsekuensi dari rencana Trump untuk menghidupkan kembali pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan belanja infrastruktur. Dorongan yang datang seiring pejabat Fed bersiap untuk pengetatan kebijakan dibulan Desember, dengan data yang lebih baik dari estimasi pada barang tahan lama dan manufaktur pada hari Rabu meningkatkan kasus untuk tindakan tersebut. Karena dolar melonjak, kepemilikan emas dalam exchange-traded funds yang menuju penurunan bulanan terbesar dalam lebih dari tiga tahun. (knc)

Sumber : Bloomberg

BACA JUGA : Saham Asia Mengikuti Pasar AS & Jepang yang Memperpanjang Rally

PT RIFAN FINANCINDO – Saham Asia naik diiringi saham Jepang yang terus mengalami kenaikan beruntun dan saham AS memperpanjang rally yang mendorong saham utama mencatatkan rekornya.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,5 persen ke level 135,42 pada pukul 09:07 pagi waktu Tokyo. Indeks Topix naik 0,9 persen, ke level tertinggi sejak Februari setelah melanjutkan perdagangan setelah liburan pada hari Rabu. Ekuitas Jepang menguat karena dolar mencapai level tertinggi dalam lebih dari satu dekade terakhir, mengirim yen 1,2 persen lebih rendah pada hari Rabu. Indeks S & P 500 dan Dow Jones Industrial Average menambahkan ke level tertinggi sepanjang masa mereka sebelum liburan pada hari Kamis setelah data AS yang lebih baik dari estimasi pada barang tahan lama dan manufaktur mendorong prospek perekonomian.

Pasar ekuitas global telah meningkat minggu ini karena spekulasi bahwa rencana pengeluaran fiskal Presiden terpilih AS Donald Trump akan mempercepat perekonomian terbesar di dunia, yang memungkinkan untuk mendekati kenaikan suku bunga. Kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve bulan depan berada di angka 100 persen, naik dari sebelumnya 68 persen pada bulan lalu. (knc)

Sumber : Bloomberg

Rifan Medan