Gain Mingguan Dolar AS Melambat terkait Spekulasi Fed Rate

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOKenaikan dolar pekan ini melambat setelah kontraksi tak terduga dalam manufaktur AS mengurangi spekulasi kenaikan suku bunga AS bulan ini dan investor bersiap untuk data pekerjaan AS yang akan dirilis malam ini.

Indeks Bloomberg greenback mempertahankan penurunan dari hari Kamis sebelum laporan kerja AS, yang ekonom prediksi akan menunjukkan pertumbuhan pekerjaan melambat menjadi 180.000 bulan lalu dari 255.000 pada bulan Juli. Pedagang futures melihat di probabilitas 34 persen Federal Reserve akan menaikkan suku bunga bulan ini, dibandingkan dengan 42 persen pada akhir pekan lalu, ketika Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan di Jackson Hole, Wyoming bahwa kasus untuk menaikkan suku telah menguat.

Bloomberg Dollar Spot Index, yang melacak mata uang AS terhadap 10 mata uang utama, sedikit berubah pada pukul 09:21 pagi waktu Tokyo dibandingkan dengan hari Kamis, di saat turun 0,4 persen, indeks itu memangkas reli pekan ini menjadi 0,3 persen. Mata uang AS dibeli di level ? 103,17 dari level 103,23, setelah meluncur sebanyak 0,4 persen di New York. Mata uang negeri paman Sam ini masih menguat 1,3 persen terhadap mata uang Jepang sejak 26 Agustus.

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA :?Saham Asia Fluktuatif seiring Investor Hindari Risiko Jelang Data Payrolls AS

PT RIFAN FINANCINDO -?Saham Asia berfluktuasi dalam kisaran yang tipis menyusul investor menghindari pengambilan risiko sebelum data ekonomi kunci yakni payrolls AS yang dapat memberikan petunjuk tentang jalur untuk suku bunga dalam negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu.

MSCI Asia Pacific Index naik kurang dari 0,1 persen ke level 138,39 pada pukul 09:11 siang waktu Tokyo, setelah jatuh kurang dari 0,1 persen. Indeks dari perusahaan Asia berada dalam mode bertahan minggu ini seiring investor mengalihkan perhatian mereka ke data payrolls AS yang akan dirilis malam ini setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengatakan kasus untuk kenaikan suku bunga semakin kuat. Saham komoditas jatuh dengan minyak menuju penurunan mingguan terburuk dalam delapan bulan pada tanda-tanda surplus stok global.

Data manufaktur AS yang lebih lemah dari perkiraan pada hari Kamis mengangkat kekhawatiran bahwa pertumbuhan merata dalam perekonomian dapat mendorong The Fed untuk mempertahankan suku bunga lebih lama. Kemungkinan bahwa Fed akan meningkatkan suku bunga pada bulan September telah jatuh menjadi 34 persen dari 42 persen pada akhir pekan lalu, sementara pedagang bertaruh ada kesempatan 60 persen untuk pengetatan pada bulan Desember.

Indeks Kospi Korea Selatan menguat 0,1 persen setelah perekonomian nasional tumbuh 0,8 persen pada kuartal kedua, dimana petumbuhan itu lebih kuat dari perkiraan sebelumnya. S & P / ASX 200 Index Australia turun 0,4 persen. S & P / NZX 50 Index Selandia Baru kehilangan 0,3 persen. Pasar di China dan Hong Kong belum memulai trading saat berita ini diturunkan. (sdm)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan