Gedung Capitol Aman, Anggota Kongres AS akan Kembali Mengesahkan Pemilihan Biden

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Beberapa jam setelah massa pendukung Presiden Donald Trump memenuhi Gedung Kongres Capitol, para anggota Kongres kembali ke gedung itu untuk memulai lagi proses sertifikasi hasil Electoral College. Dengan demikian, memungkinkan Joe Biden dan Kamala Harris untuk dilantik sebagai presiden dan wakil presiden pada 20 Januari.

œAnda tidak menang. Kekerasan tidak pernah menang, kata Wakil Presiden Mike Pence sementara Senat melanjutkan penghitungan suara pada Rabu (6/1) malam.

Polisi Capitol dan penegak hukum federal, negara bagian, dan lokal mengusir para pendukung Trump dari halaman Capitol, mengamankan gedung bagi anggota Senat dan DPR untuk kembali.

Pence mendesak Senat untuk œkembali bekerja dan mulai memperdebatkan tantangan Partai Republik atas kemenangan Biden dalam pemilihan presiden.

Namun, beberapa senator dari Partai Republik yang berencana untuk menolak sertifikasi kongres mengatakan mereka tidak akan melakukannya lagi. Mereka mengutip aksi massa yang kejam di mana seorang wanita ditembak secara fatal.

DPR juga melanjutkan pembahasan pada Rabu (6/1) malam.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nancy Pelosi mengumumkan setelah jam-jam kekacauan di sekitar bangunan berkolom putih itu bahwa para legislator akan berkumpul kembali untuk melanjutkan pekerjaan mengesahkan suara Electoral College yang menentukan presiden berikutnya.

Sumber: VOA news

Baca Juga : Minyak Stabil Pasca Peristiwa Di Gedung Capitol AS

Rifan Financindo – Harga minyak stabil pada Kamis setelah pendukung Presiden Donald Trump menyerbu gedung Capitol AS, dengan investor fokus pada kemungkinan pasokan yang lebih ketat setelah Arab Saudi secara sepihak setuju untuk memangkas produksinya.

Minyak mentah Brent naik 8 sen menjadi $ 54,38 per barel pada 0125 GMT, setelah naik 1,3% semalam. Minyak West Texas Intermediate (WTI) AS naik 11 sen menjadi $ 50,74, setelah tergelincir di awal sesi Asia. Kontrak tersebut naik 1,4% pada hari Rabu.

Negara pengekspor minyak terbesar dunia Arab Saudi mengatakan, akan secara sukarela memangkas satu juta barel per hari (bph) produksi pada Februari dan Maret, pasca OPEC+ dan produsen lain termasuk Rusia melakukan pertemuan terbaru pada pekan ini.

Penurunan Dolar membuat minyak lebih murah karena komoditas tersebut sebagian besar diperdagangkan menggunakan greenback.

Pasokan minyak mentah AS turun dan persediaan bahan bakar naik, Administrasi Informasi Energi mengatakan kemarin.

Persediaan minyak mentah turun 8 juta barel dalam sepekan hingga 1 Januari menjadi 485,5 juta barel, bertentangan dengan jajak pendapat Reuters yang menunjukkan analis memperkirakan penurunan 2,1 juta barel.(yds)

Sumber: reuters

Rifan Medan