1

Harga Minyak Naik Meskipun Data IHK Tiongkok dan Ritel AS yang Lemah

 Rifan Finan0c228b674b8c62e9723315d7307ea701[1]cindo – Harga minyak naik pada hari Jumat di Asia setelah sempat jatuh karena laporan data penjualan ritel AS yang lemah.

Penjualan ritel AS jatuh 1,2% pada bulan Desember, pertama kalinya dalam 10 bulan, Departemen Perdagangan melaporkan pada hari Kamis. Ekonom telah memperkirakan kenaikan sebesar 0,1% untuk periode tersebut.

Sementara itu, Indeks Harga Konsumen Tiongkok bulan Januari berada di 1,7% dan berada di bawah perkiraan pasar 1,9%. Indeks Harga Produsen juga mengecewakan, berada di 0,1%, dibandingkan dengan perkiraan 0,3%.

Saham AS ditutup lebih rendah semalam dan ekuitas Asia juga bergerak lebih rendah pada hari Jumat setelah rilis laporan. Dampak dari data tersebut pada harga minyak tampaknya terbatas, karena harga dengan cepat pulih dan saat ini diperdagangkan di zona hijau.

Minyak Mentah AS WTI Futures naik 0,4% ke level 54,62 pada pukul 01:01 dini hari Timur AS (06:01 pagi GMT), sementara Brent Oil Futures internasional gain 0,5% ke level 64,85.

Analis di TD Securities percaya meskipun data CPI dan PPI keduanya di bawah ekspektasi, fokus pedagang mungkin telah bergeser ke arah prospek kebijakan moneter yang lebih stimulatif dari otoritas Tiongkok, yang pada gilirannya akan membantu mendukung pertumbuhan ekonomi.

Dalam berita lain, laporan penurunan produksi minyak oleh Rusia dan Arab Saudi juga disebut-sebut sebagai penarik untuk harga minyak. (Sdm)

Sumber: Investing

BACA JUGA : Saham Eropa terlihat lebih rendah pasca melesunya data AS

Rifan Financindo – Saham Eropa dibuka bervariasi pada Jumat pagi, setelah data penjualan ritel AS yang lebih lemah dari yang diperkirakan menimbulkan keraguan baru mengenai kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Indeks Pan-Eropa Stoxx 600 datar tak lama setelah bel pembukaan, dengan sektor dan bursa utama menunjuk ke arah yang berlawanan. Fokus pasar sebagian besar selaras dengan perkembangan perdagangan global, dengan pelaku pasar bersikap wait and see seiring berlanjutnya pembicaraan perdagangan China di Beijing pada hari Jumat.

Fokus pasar sebagian besar sesuai dengan perkembangan perdagangan global, dengan para pelaku pasar dalam mode wait and see seiring berlanjutnya pembicaraan tingkat tinggi antara AS-China di Beijing pada hari Jumat.

Kedua belah pihak mengatakan mereka berharap perundingan terbaru, yang dimulai pada awal minggu ini, dapat membawa mereka lebih dekat ke kesepakatan komprehensif sebelum batas waktu 1 Maret.(yds)

Sumber: CNBC

Rifan Medan