Indeks S & P 500 Turun Karena Sell-off di Saham Energi Tekan Pertumbuhan

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOIndeks S & P 500 melemah setelah sempat mendekati rekor baru, diikuti merosotnya harga minyak mentah memicu aksi jual tajam di saham energi, mengurangi keyakinan bahwa pertumbuhan AS dan keuntungan pada perusahaan akan rebound.

Kenaikan tersebut didorong oleh keuntungan di perusahaan perawatan kesehatan dan teknologi yang telah terhapus di perdagangan sore seiring minyak mentah turun di bawah $ 40 per barel, menyeret produsen minyak dan gas untuk penurunan terbesar mereka dalam lima minggu terakhir. Exxon Mobil Corp dan Chevron Corp anjlok setidaknya 3,2 %. Biogen Inc memimpin kelompok saham perawatan kesehatan yang lebih tinggi setelah hasil uji coba yang positif untuk obat perusahaan yang sedang mengembangkan dengan Ionis Pharmaceuticals Inc.

Indeks S & P 500 turun 0,1 % ke level 2,170.74 pada pukul 16:00 sore waktu New York, menghentikan kenaikan beruntun bulanan terpanjang sejak 2014. (knc)

Sumber : Bloomberg

BACA JUGA :?Persediaan Minyak Global Terlihat Naik, Minyak Turun ke Bear Market

RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOMinyak turun di bawah $ 40 per barel untuk pertama kalinya sejak April, jatuh ke bear market terhadap kekhawatiran bahwa melimpahnya pasokan global akan semakin berkembang.

Arab Saudi memangkas harga untuk pelanggan di Asia terkait perjuangan negara itu untuk pangsa pasar. Pengeboran di AS mendorong jumlah bor demi mencari minyak untuk pekan kelima, rentang waktu terpanjang untuk kenaikan sejak Agustus lalu, menurut data dari Baker Hughes Inc persediaan minyak mentah dan bensin AS berada di tingkat musiman tertinggi dalam setidaknya dua dekade terakhir. West Texas Intermediate berakhir 22 persen di bawah puncaknya di bulan Juni, Senin, memenuhi definisi umum dari bear market.

Minyak telah mengalami penurunan dari puncaknya baru-baru ini pada awal Juni, mengakhiri pemulihan yang memperlihatkan kenaikan harga yang hampir dua kali lipat dari level terendahnya 12 tahun pada bulan Februari. Bertahannya ketergantungan pada pasokan mengecewakan harapan industri, dengan BP Plc, Royal Dutch Shell Plc dan Exxon Mobil Corp melaporkan laba kuartal kedua pekan lalu ?yang lebih buruk dari perkiraan.

WTI untuk pengiriman September turun 3,7 persen pada Senin ini menjadi ditutup di $ 40,06 per barel di New York Mercantile Exchange. Itu juga merupakan penutupan pertama di bawah rata-rata pergerakan 200-hari sejak April, menambah tekanan bearish. Brent untuk penutupan Oktober turun US $ 1,38 ke $ 42,15 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange pada 02:35.(mrv)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan