Mark Carney: Terlalu dini untuk menaikkan suku bunga

Rifan Financindo – Rifan FinancindoGubernur Bank of England Mark Carney pada hari Selasa mengatakan bahwa meskipun toleransi tingkat suku untuk inflasi yang di atas target akan segera berakhir, terlalu dini untuk menaikkan suku bunga utama untuk pertama kalinya dalam satu dekade.

Dalam sebuah pidato yang dijadwal ulang kepada para bankir di Mansion House di London, Mr Carney mengatakan bahwa pertumbuhan upah yang lemah menimbulkan pertanyaan tentang kekuatan tekanan inflasi dalam negeri, dan dia tidak yakin bagaimana ekonomi akan merespon pembicaraan antara pemerintah Inggris dan seluruh Uni Eropa terkait syarat pemisahan mereka.

“Dari perspektif saya, mengingat beragamnya sinyal pada belanja konsumen dan investasi bisnis, dan mengingat tekanan inflasi domestik yang masih terjaga, khususnya pertumbuhan upah lemah, sekarang belum saatnya untuk memulai penyesuaian itu,” katanya.

Depresiasi poundsterling sejak pemungutan suara Juni 2016 untuk meninggalkan Uni Eropa telah mendorong kenaikan harga impor dan inflasi. Pada pertemuan awal bulan ini, Komite Kebijakan Moneter BOE memilih untuk membiarkan suku bunga utama tidak berubah pada rekor terendah 0,25%.

Namun, tiga anggota setuju untuk meningkatkan tingkat suku bunga Bank, jumlah suara terbesar untuk langkah tersebut sejak bank sentral terakhir memperketat kebijakannya pada Juli 2007.

Mr Carney memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah, namun komentarnya menunjukkan bahwa dia melihat pemulihan yang semakin membaik.

“Anggota MPC tentu memiliki pandangan yang berbeda mengenai prospek dan pada waktu potensial kenaikan suku bunga Bank,” katanya. “Tapi semua berharap bahwa setiap perubahan akan dilakukan dalam ruang lingkup yang terbatas dan bertahap “. (Sdm)

Sumber: Marketwatch

Gubernur Bank of England Mark Carney pada hari Selasa mengatakan bahwa meskipun toleransi tingkat suku untuk inflasi yang di atas target akan segera berakhir, terlalu dini untuk menaikkan suku bunga utama untuk pertama kalinya dalam satu dekade.

Dalam sebuah pidato yang dijadwal ulang kepada para bankir di Mansion House di London, Mr Carney mengatakan bahwa pertumbuhan upah yang lemah menimbulkan pertanyaan tentang kekuatan tekanan inflasi dalam negeri, dan dia tidak yakin bagaimana ekonomi akan merespon pembicaraan antara pemerintah Inggris dan seluruh Uni Eropa terkait syarat pemisahan mereka.

“Dari perspektif saya, mengingat beragamnya sinyal pada belanja konsumen dan investasi bisnis, dan mengingat tekanan inflasi domestik yang masih terjaga, khususnya pertumbuhan upah lemah, sekarang belum saatnya untuk memulai penyesuaian itu,” katanya.

Depresiasi poundsterling sejak pemungutan suara Juni 2016 untuk meninggalkan Uni Eropa telah mendorong kenaikan harga impor dan inflasi. Pada pertemuan awal bulan ini, Komite Kebijakan Moneter BOE memilih untuk membiarkan suku bunga utama tidak berubah pada rekor terendah 0,25%.

Namun, tiga anggota setuju untuk meningkatkan tingkat suku bunga Bank, jumlah suara terbesar untuk langkah tersebut sejak bank sentral terakhir memperketat kebijakannya pada Juli 2007.

Mr Carney memilih untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah, namun komentarnya menunjukkan bahwa dia melihat pemulihan yang semakin membaik.

“Anggota MPC tentu memiliki pandangan yang berbeda mengenai prospek dan pada waktu potensial kenaikan suku bunga Bank,” katanya. “Tapi semua berharap bahwa setiap perubahan akan dilakukan dalam ruang lingkup yang terbatas dan bertahap “. (Sdm)

Sumber: Marketwatch

Rifan Medan