Menlu AS Blinken di Denmark, Bahas Ekonomi dan Iklim

Rifan Financindo

Rifan Financindo –¬†Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berada di Denmark untuk mengadakan pembicaraan pada hari Senin (17/5) mengenai isu-isu ekonomi, keamanan dan iklim, serta dorongan terus menerus pemerintahan presiden Joe Biden untuk meningkatkan hubungan dengan sekutu-sekutu AS.

Jadwal Blinken mencakup pertemuan dengan PM Denmark Mette Frederiksen dan Ratu Margrethe II, dan mengunjungi laboratorium bahan kuantum di University of Copenhagen.

Setelah Denmark, Blinken dijadwalkan bertolak ke Reykjavik, Islandia, di mana ia akan ambil bagian dalam pertemuan tingkat menteri Dewan Arktik.

Blinken mengatakan Kopenhagen merupakan “persinggahan pertama dalam lawatan yang akan menempatkan fokus pada penguatan NATO, kemitraan di Kutub Utara, penanganan krisis iklim, dan mengatasi berbagai tantangan global yang kita hadapi.”

Di sela-sela pertemuan di Islandia, Blinken dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov, dalam apa yang disebut Departemen Luar Negeri AS sebagai kesempatan untuk membahas “pembangunan hubungan yang lebih dapat diprediksi dengan Rusia” dan bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama.

“Kami dapat segera memperpanjang perjanjian penting START Baru selama lima tahun, tetapi kami juga melihat ada bidang-bidang di mana Rusia berperilaku agresif dan melakukan upaya-upaya merusak yang, seperti dikatakan presiden, akan ada konsekuensinya,” kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri kepada wartawan. “Kami tidak akan berdiam diri. Kami tidak menginginkan eskalasi, kami sekali lagi hanya menginginkan hubungan yang lebih stabil dan lebih mudah diprediksi. Dan menurut saya ada bidang-bidang di mana kita dapat membahas hal ini bersama dengan Menteri Luar Negeri Lavrov.”

Sumber : VOA

Baca Juga : Penjualan Ritel AS Terhenti di April Pasca Lonjakan yang Dibantu Stimulus

Rifan Financindo –¬†Penjualan ritel AS terhenti pada bulan April menyusul kenaikan tajam pada bulan sebelumnya ketika pemerintah AS memberi cek bantuan pandemi pada jutaan warga Amerika yang meningkatkan daya beli.

Nilai pembelian ritel secara keseluruhan pada dasarnya tidak berubah bulan lalu menyusul kenaikan 10,7% yang direvisi naik pada bulan Maret, data Departemen Perdagangan menunjukkan hari Jumat. Estimasi rata-rata dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom menyerukan kenaikan 1% April.

Nilai total penjualan ritel mencapai rekor $619,9 miliar di bulan April, mendukung perkiraan ekonom untuk belanja rumah tangga yang kuat untuk sisa tahun ini.

Sementara konsumen mungkin mulai mengalihkan lebih banyak uang belanja mereka ke layanan seperti hiburan dan travel karena kekhawatiran pandemi mereda, tabungan yang meningkat yang didukung oleh stimulus fiskal harus mendukung permintaan ritel.

Delapan dari 13 kategori ritel mencatat penurunan dalam penjualan April, dengan persentase penurunan terbesar di toko pakaian. Pembelian di restoran dan dealer mobil juga meningkat.(yds)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan