Minyak Bersiap Untuk Gain Mingguan Pertamanya di Bulan ini

PT Rifan Financindo –

Minyak menuju gain mingguan pertama bulan ini setelah stok minyak mentah AS turun dari rekornya dan Arab Saudi mengisyaratkan untuk memimpin kesepakatan OPEC memperpanjang pemangkasan pasokan.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York, naik 0,6 persen untuk minggu ini. Persediaan minyak mentah AS pekan lalu turun untuk pertama kalinya tahun ini, menurut data Energy Information Administration pada hari Rabu. Penurunan produksi dapat terus dilanjutkan melewati Juni jika stok global tetap berada di atas rata-rata lima tahunnya, Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih mengatakan dalam sebuah wawancara.

West Texas Intermediate untuk pengiriman April berada di $ 48,78 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 3 sen, pada 08:01 pagi di Hong Kong. Total volume perdagangan sekitar 78 persen di bawah rata-rata 100-harinya. Harga turun 11 sen menjadi $ 48,75 pada hari Kamis setelah melonjak 2,4 persen pada sesi sebelumnya.

Brent untuk pengiriman Mei kehilangan 4 sen menjadi $ 51,70 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange Kontrak pada hari Kamis turun 7 sen menjadi $ 51,74. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 2,42 untuk WTI Mei.(mrv)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Minyak mentah dekati harga $ 49 per barel pasca penurunan stok AS

PT Rifan Financindo –¬†Minyak diperdagangkan mendekati $ 49 per barel dikarenakan Menteri Energi Saudi Arab Khalid Al-Falih menyatakan keprihatinannya mengenai persedian global yang tinggi sehari setelah AS melaporkan penurunan stok untuk pertama kalinya tahun ini.PT Rifan Financindo

Minyak berjangka yang diperdagangkan di kisaran $ 1,17-a-barel. OPEC dan produsen non-OPEC dapat melanjutkan perjanjian untuk mengurangi produksi Juni lalu jika pasokan tetap berada di atas tingkat rata-rata, Al-Falih mengatakan Kamis ini dalam sebuah wawancaranya dengan pihak Bloomberg Television. Stok AS tergelincir sebanyak 0,04% dari rekor pekan lalu, dan output naik. Irak juga berencana meningkatkan produksinya hingga 5 juta barel per hari pada akhir tahun ini, Menteri Perminyakan Jabbar Al-Luaibi mengatakan briefing di Basra pada Rabu pada.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman April turun 11 sen untuk menetap di $ 48,75 per barel di New York Mercantile Exchange. Sebelumnya, naik setinggi $ 49,62 dan turun ke level $ 48,45. Total volume perdagangan sekitar 12% di atas rata-rata 100-hari.

Minyak brent untuk pengiriman Mei turun 7 sen menjadi mengakhiri sesi di level $ 51,74 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global ditransaksikan lebih tinggi sebesar $ 2,50 untuk Mei dibanding WTI.(yds)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan