Minyak bukukan kenaikan mingguan lebih dari 12% terkait pakta OPEC

PT RIFAN FINANCINDO – PT RIFAN FINANCINDOHarga minyak ditutup lebih tinggi Jumat, mencatatkan kenaikan mingguan lebih dari 12% seiring para pedagang bertahan pada harapan untuk keberhasilan kesepakatan produksi OPEC dapat membantu mengurangi surplus pasokan minyak mentah di dunia.

Minyak mentah West Texas Intermediate Januari menguat 62 sen, atau 1,2%, untuk menetap di level $ 51,68 per barel di New York Mercantile Exchange. Harga naik hampir 13% selama dua sesi terakhir saja, seiring pasar bersorak menyusul kesepakatan antara produsen minyak utama dunia yang dicapai Rabu lalu.

Untuk minggu ini, harga berada sekitar 12,2% lebih tinggi, yang merupakan kenaikan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir pada 2 Januari 2009, menurut data dari Dow Jones.

Minyak mentah Brent naik 52 sen, atau 1%, untuk menetap di level $ 54,46 per barel, dengan harga berdasarkan kontrak bulan depan untuk minyak patokan dunia ini berakhir sekitar 12,9% lebih tinggi untuk minggu ini.

Baik Brent dan minyak mentah WTI menetap di level tertinggi mereka sejak Juli 2015, menurut data dari Dow Jones. (Sdm)

Sumber: MarketWatch

BACA JUGA : Saham Asia Terkoreksi Terkait Voting Di Italia

PT RIFAN FINANCINDO – Saham Asia melemah diikuti indeks berjangka AS pasca Perdana Menteri Italia Matteo Renzi mengatakan dia akan mengundurkan diri ditengah polling menunjukkan ia tertekan dalam referendum reformasi konstitusi.

Indeks MSCI Asia Pacific turun 0,2% pada 09:09 pagi di Tokyo karena investor menghindari aset berisiko. Sebuah laporan pekerjaan AS untuk November pada hari Jumat menunjukkan peningkatan nonfarm payrolls lebih dari pada bulan Oktober, namun upah tiba-tiba menurun, yang memicu pelemahan dalam greenback dan ekuitas Amerika. Kontrak pada S & P 500 turun 0,4% pada awal perdagangan.

Indeks Topix Jepang turun 0,4%. Indeks S&P / ASX 200 Australia turun 0,5% dan Indeks Selandia Baru S&P / NZX 50 turun 0,3% karena perdana menteri negara tersebut, John Key, mengatakan ia akan akan mundur dan partainya akan memilih pemimpin baru pada 12 Desember. indeks Korea Selatan Kospi turun 0,3%.(yds)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan