Minyak Dekati $ 53 per barel Karena Irak Mengatakan Akan Pangkas Produksinya

Rifanfinancindo – RifanfinancindoMinyak diperdagangkan mendekati $ 53 per barel karena Irak mengatakan bersiap untuk memangkas produksinya pada semester kedua tahun ini jika OPEC memutuskan untuk memperpanjang kebijakan membatasi output dalam upaya untuk menyeimbangkan kelebihan pasokan global.

Kontrak di New York sedikit berubah setelah turun 0,2 persen pada hari Senin. Irak “sedikit” puas dengan harga minyak dan berharap untuk perbaikan, menteri perminyakan Irak, Jabbar Al-Luaibi, mengatakan dalam sebuah wawancara. Produksi Libya menurun setelah terjadinya bentrokan yang memaksa dua pelabuhan terbesar minyak untuk ditutup, mengancam upaya negara tersebut untuk menghidupkan kembali produksi mereka.

Harga minyak berfluktuasi seiring para investor menilai apakah output AS dan meningkatnya persediaan akan menghambat upaya Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan negara-negara lain untuk mengurangi pasokan. Di AS, produsen menambahkan lebih banyak rig dan produksi yang telah naik ke level tertinggi dalam hampir satu tahun terakhir, sementara pasokan minyak Saudi turun sebanyak 90.000 barel per hari pada bulan Februari dari bulan sebelumnya.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April diperdagangkan pada level $ 53,17 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 3 sen, pada pukul 10:42 pagi waktu Sydney. Kontrak merosot 13 sen untuk menetap di level $ 53,20 pada hari Senin.

Brent untuk pengiriman Mei naik 11 sen ke level $ 56,01 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, Senin. Minyak acuan global yang mengakhiri sesi berada di level $ 2,30 premium untuk Mei dibandingkan minyak WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

 

Rifanfinancindo – Hang Seng naik terkait optimisme Cina, kekhawatiran suku bunga dan Korut (Review) 

RifanfinancindoSaham Hong Kong naik tipis pada hari Senin, dibantu oleh sentimen bullish tentang China, tetapi kenaikan tertutupi oleh ekspektasi pertumbuhan dari kenaikan suku bunga AS minggu depan, dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Asia.

Indeks Hang Seng naik 0,2 persen untuk mengakhiri hari di level 23,596.28, sedangkan Indeks China Enterprises menguat  0,3 persen, ke level 10,171.10 poin.

Sentimen terangkat oleh lonjakan saham teknologi setelah Perdana Menteri Cina Li Keqiang pada hari Minggu mengidentifikasi inovasi sebagai kunci untuk upgrade ekonomi, di saat pertemuan Kongres Rakyat Nasional tahunan China dibuka.

Indeks kelas berat Tencent Holdings melonjak 1,1 persen.

Namun, pasar menghapus beberapa keuntungan dalam perdagangan sore seiring profit taking, yang menunjukkan bahwa kepercayaan masih rapuh.

Selera risiko terbatasi oleh ekspektasi kenaikan suku bunga AS akhir pekan depan, dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Asia Timur, seiring Korea Utara menembakkan empat rudal balistik pada pagi hari, sementara polemik antara Cina dan Korea Selatan mengenai pertahanan rudal semakin serius.

Rifan Medan