Minyak di Bull Market Menahan Kenaikannya Ditengah Pengurangan Produksi

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOMinyak bersiap untuk kenaikan mingguan terbesar sejak Maret setelah memasuki bull market di tengah spekulasi bahwa produsen utama dapat saja melakukan tindakan untuk mengurangi produksi dan terkait penurunan pada stok minyak mentah dan bahan bakar AS.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York setelah menguat hampir 16 persen selama enam sesi sebelumnya. OPEC berada di jalur untuk menyetujui penurunan produksi karena anggota-anggota terbesarnya mengurangi jumlah pompa, menurut Chakib Khelil, mantan presiden kelompok tersebut. persediaan minyak mentah AS mengalami penurunan terburuk dalam lima minggu sampai di 12 Agustus, sementara stok bahan bakar turun untuk minggu ketiga, menurut data dari Energy Information Administration yang ditunjukkan pada hari Rabu lalu.

West Texas Intermediate untuk pengiriman September berada di $ 48,32 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 10 sen sen, pada 08:00 pagi di Hong Kong. Kontrak naik 3,1 persen menjadi berakhir di $ 48,22 pada hari Kamis untuk kenaikan hari keenam, rentang waktu terpanjang sejak April 2015. Jumlah volume perdagangan sekitar 40 persen di bawah rata-rata 100-harnya. Harga naik sebesar 8,6 persen minggu ini.

Brent untuk pengiriman Oktober kehilangan 2 sen ke $ 50,87 per barel di ICE Futures Europe exchange. Kontrak naik US $ 1,04 atau 2,1 persen, menjadi berakhir di $ 50,89 per barel pada Kamis, juga memasuki bull market setelah naik lebih dari 20 persen dari terendahnya di awal Agustus. Harga naik sebesar 8,3 persen minggu ini. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada $ 1,94 untuk premium WTI pengiriman Oktober.(mrv)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA :?Saham Asia Naik Didorong Gain Pada Saham Energi, Topix Jepang Menguat

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOSaham Asia naik karena produsen energi menguat setelah minyak memasuki bull market dan saham Jepang menguat pasca stabilnya yen setelah menyentuh angka 100 terhadap dolar.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2 persen ke 139,59 pada 09:04 pagi di Tokyo, memangkas penurunan selama sepekan ke 0,3 persen. Indeks Topix Jepang naik 0,4 persen karena yen diperdagangkan pada 100,14 terhadap dolar. Saham Asia telah mengalami reli sebesar 24 persen dari terendahnya di bulan Februari terkait data yang lesu dari ekonomi terbesar dunia sehingga memicu spekulasi bahwa bank sentral akan terus mendukung mereka dengan stimulus dan kebijakan moneter yang longgar. Risalah pertemuan The Fed yang dirilis Rabu menunjukkan bahwa pejabat melihat sedikit risiko kenaikan tajam inflasi, membantu mendorong kemungkinan naiknya tingkat suku bunga pada tahun ini kembali di bawah 50 persen.(mrv)

Sumber: Bloomberg

 

 

Rifan Medan