Minyak Diperdagangkan di dekat Level $ 45 terkait Stok AS

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOMinyak diperdagangkan mendekati level $ 45 per barrel setelah merasakan penurunan tertajam yang dalam hampir sebulan seiring bertambahnya stok minyak mentah AS membuat stok minyak masih tetap berada di tingkat musiman tertinggi dalam hampir tiga dekade.

Futures naik 0,3 persen di New York setelah jatuh 6,2 persen pada tiga sesi sebelumnya. Stok minyak mentah naik 2,28 juta barel pekan lalu untuk kenaikan kedua beruntun, menurut Administrasi Informasi Energi. Arab Saudi tidak akan meningkatkan output kapasitas dan membanjiri pasar, Menteri Energi Khalid Al-Falih mengatakan kepada televisi Al-Arabiya seiring anggota OPEC berencana untuk bertemu bulan ini untuk membahas tindakan guna menstabilkan harga.

Minyak naik 7,5 persen pada Agustus di tengah spekulasi bahwa pembicaraan di Aljazair dapat menghasilkan kesepakatan untuk menstabilkan pasar. Pembatasan produksi akan menjadi hal positif, Al-Falih mengatakan dalam sebuah wawancara pekan lalu, sementara mengesampingkan pemangkasan output. Kesepakatan pembekuan output di antara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan produsen lain diusulkan pada bulan Februari namun pertemuan pada bulan April berakhir tanpa ?adanya kesepakatan akhir.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober di level $ 44,82 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 12 sen, pada pukul 08:27 pagi waktu Hong Kong. Kontrak jatuh $ 1,65, atau 3,6 persen, ke level $ 44,70 pada hari Rabu, yang merupakan penurunan terbesar sejak 1 Agustus. Total volume yang diperdagangkan yakni 63 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman November 10 sen lebih tinggi di level $ 46,99 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. minyak acuan global ini diperdagangkan pada premium$ 1,57 ?untuk WTI November. Kontrak Brent Oktober jatuh $ 1,33 untuk menetap di level $ 47,04 pada hari Rabu. (sdm)

Sumber: Bloomberg

PT RIFAN FINANCINDO -?Jelang Rilis Data Pekerjaan AS, Saham Asia Berfluktuasi

Saham Asia fluktuatif, setelah ditutup dengan kenaikan bulanan kemarin, seiring jatuhnya saham komoditas setelah aksi jual di perusahaan energi AS dan investor menunggu laporan pekerjaan AS.

MSCI Asia Pacific Index turun kurang dari 0,1 persen ke level 137,98 pada pukul 09:16 pagi waktu Tokyo, setelah naik kurang dari 0,1 persen. Indeks naik 1,2 persen bulan lalu, menyusul lonjakan 5,8 persen pada bulan Juli. Indeks Topix Jepang naik 0,1 persen seiring yen diperdagangkan di level 103,19 terhadap dolar, stabil setelah penurunan beruntun terpanjang sejak Maret. indeks saham energi turun 0,3 persen setelah Administrasi Informasi Energi menunjukkan stok minyak mentah naik 2,28 juta barel, lebih dari kenaikan 1,3 juta barel diproyeksikan oleh analis.

Gains ekuitas Asia pada bulan Agustus didorong oleh rebound di saham Jepang setelah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga AS mendorong dolar dengan nelemahkan yen sehingga menguntungkan saham eksportir. Investor sekarang mengalihkan fokus ke data pekerjaan AS yang akan dirilis pada hari Jumat, laporan ekonomi utama yang bisa membuat Federal Reserve untuk mengambil tindakan ketika ulasan kebijakan moneter tiga minggu kemudian.

Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,7 persen. Australia S & P / ASX 200 Index melemah 0,2 persen. S & P / NZX 50 Index Selandia Baru kehilangan 0,3 persen. Pasar di China dan Hong Kong belum memulai trading saat berita ini diturunkan. (sdm)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan