Minyak Diperdagangkan di dekat Level $ 47

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOMinyak diperdagangkan mendekati level $ 47 per barel sebelum rilis data mingguan pemerintah yang diperkirakan akan menunjukkan stok minyak mentah AS bertambah sehingga menjaga stok tetap berada ?pada tingkat musiman tertinggi dalam setidaknya tiga dekade.

Berjangka naik 0,4 persen di New York setelah jatuh 1,4 persen pada hari Senin. Stok minyak mentah mungkin meningkat 1,5 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum data pemerintah dirilis besok. Volatilitas pasar akan bertahan seiring penyeimbangan kembali antara pasokan dan permintaan terus terjadi, menurut eksekutif dari perusahaan minyak termasuk ConocoPhillips dan Statoil ASA dalam pertemuan di Norwegia yang merupakan salah satu konferensi industri terbesar.

Minyak memasuki bull market pada 18 Agustus lalu, kurang dari tiga minggu setelah jatuh ke bear market menyusul melonjaknya harga yang sebagian besar dikarenakan spekulasi bahwa pembicaraan informal bulan depan di antara anggota Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dapat menghasilkan tindakan untuk menstabilkan pasar. Kesepakatan untuk melakukan pembekuan output diusulkan pada bulan Februari, namun pertemuan pada bulan April berakhir tanpa kesepakatan akhir.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober di level $ 47,15 per barel di New York Mercantile Exchange, naik 17 sen, pada pukul 08:57 pagi waktu Hong Kong. Kontrak turun 66 sen untuk menetap di level $ 46,98 pada hari Senin. Total volume perdagangan yakni sekitar 63 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Brent untuk pengiriman Oktober naik 17 sen lebih tinggi ke level $ 49,43 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak turun 66 sen, atau 1,3 persen, ke level $ 49,26 pada hari Senin. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premium $ 2,28 untuk WTI. (sdm)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA :?Saham Asia Raih Gain di tengah Rebound Ekuitas AS

Saham Asia menguat, mengikuti rebound di saham AS pada tanda-tanda penguatan dalam ekonomi Amerika, sementara ekuitas di Jepang merosot setelah yen menghentikan penurunan empat hari nya.

MSCI Asia Pacific Index naik 0,3 persen ke level 138,33 pada pukul 09:16 pagi waktu Tokyo. Indeks jatuh hari Senin setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen mengindikasikan kasus untuk kenaikan suku bunga semakin kuat. Indeks Topix tergelincir 0,3 persen seiring yen diperdagangkan di level 101,78 per dolar.

Ekuitas AS naik mendekati rekor seiring data menunjukkan belanja konsumen naik untuk bulan keempat berturut-turut pada bulan Juli. Investor mengamati data dengan cermat untuk petunjuk tentang apakah ekonomi global dapat menahan minat suku bunga AS. Laporan hari Selasa menunjukkan penjualan ritel dan belanja rumah tangga di Jepang jatuh, sementara pedagang menunggu data manufaktur dan gaji AS yang dirilis minggu ini.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,6 persen. S & P / ASX 200 Index Australia bertambah 0,6 persen. S & P / NZX 50 Index Selandia Baru menguat 0,2 persen. Pasar di China dan Hong Kong belum memulai trading saat berita ini diturunkan.

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan