Minyak Hentikan Kenaikan dari 3 Minggu Tertinggi

PT RIFAN FINANCINDO – PT RIFAN FINANCINDOMinyak hentikan kenaikannya di atas $ 53 per barel karena perluasan terbesar stok minyak mentah AS dalam tiga bulan diatasi dengan pengurangan produksi dari OPEC dan negara-negara produsen lainnya.

Kontrak turun sebanyak 0,7 persen di New York setelah naik 2 persen pada hari Rabu. Pasokan minyak mentah AS meningkat ke level tertinggi sejak Agustus lalu, menurut laporan dari Administrasi Informasi Energi dan lebih dari dua kali lipat sebesar 3 juta barel yang diperkirakan oleh analis yang disurvei oleh Bloomberg. Rusia mengurangi outputnya dengan 117.000 barel per hari pada bulan Januari, meletakkannya di depan jadwal untuk memenuhi perjanjian dengan OPEC, kata Menteri Energi Alexander Novak, Rabu.

Harga minyak naik hampir 15 persen selama dua bulan terakhir 2016 seiring Organisasi Negara Pengekspor Minyak menyepakati persetujuan pada 30 November lalu untuk mengurangi pasokan, dengan 11 negara lainnya termasuk Rusia yang bergabung dengan kesepakatan kurang dari dua minggu kemudian. Lonjakan dalam stok minyak mentah AS yang diimbangi oleh penurunan produksi OPEC yang masih jauh dari keseimbangan pasar.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret turun sebanyak 36 sen ke level $ 53,52 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di level $ 53,54 pada pukul 10:55 pagi waktu Sydney. Total volume perdagangan sekitar 72 persen di bawah 100-hari rata-rata.

Brent untuk pengiriman April naik US $ 1,22 ke level $ 56,80 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, Rabu. Minyak mentah acuan global yang mengakhiri sesi di $ 2,31 premium untuk WTI pada bulan April. (knc)

Sumber : Bloomberg

BACA JUGA : Bursa Asia Bervariasi Sementara Yen Menguat Pasca Keputusan Fed

PT RIFAN FINANCINDO  Saham di Asia bervariasi seiring para investor mengkaji laporan laba perusahaan, sementara yen rebound setelah Federal Reserve memberi investor sedikit gambaran untuk mengubah pandangan mereka tentang laju kenaikan suku bunga AS.

Saham Australia dan Korea Selatan sedikit lebih tinggi, sementara Indeks Topix Jepang menghentikan kenaikan awal karena penguatan yen. Kontrak pada Indeks S & P 500 tergelincir setelah indeks acuan naik tipis pada hari Rabu. Minyak merosot sementara harga emas bergerak lebih tinggi. Keuntungan Aussie diperpanjang setelah data perdagangan melampaui estimasi. Sedangkan pasar financial China tetap ditutup untuk hari terakhir liburan Tahun Baru Imlek yang dimulai dari Jumat lalu.

The Fed menegaskan kembali niatnya untuk menaikan suku bunga secara bertahap didukung membaiknya pasar tenaga kerja, memicu meningkatnya kepercayaan di kalangan konsumen AS dan bisnis. Investor sekarang akan melihat ke arah data pekerjaan yang akan dirilis hari Jumat setelah ketidakpastian yang diciptakan selama dua minggu pertama pasca Donald Trump menjabat yang membawa indeks ekuitas turun dari rekor tertinggi.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,4 persen. Indeks Topix Jepang turun 0,4 persen dan Indeks S & P / ASX 200 Australia menguat 0,2 persen. Indeks Kospi Korea Selatan meningkat 0,4 persen.

Indeks Spot Dollar Bloomberg kehilangan 0,2 persen, bersiap untuk level penutupan terendah sejak November. Indeks itu telah naik sebanyak 0,4 persen setelah data ADP Research Institute hari Rabu menunjukkan bahwa gaji swasta meningkat sebesar 246.000, dibandingkan dengan 168.000 menurut perkiraan rata-rata analis yang disurvei oleh Bloomberg.

Yen naik 0,3 persen ke level 112,92 per dolar, setelah hari Rabu turun untuk pertama kalinya dalam tiga hari terakhir.

Aussie menguat 0,6 persen ke level 76,29 sen AS terkait surplus perdagangan pemerintah di bulan Desember mengalahkan perkiraan. (knc)

Sumber : Bloomberg

Rifan Medan