Minyak Jatuh ke Dekat $ 45 Seiring Tumbuhnya Keraguan Pada Pembicaraan Produksi OPEC

PT RIFAN FINANCINDO – RIFAN FINANCINDOMinyak melemah karena keraguan yang muncul atas kemampuan OPEC untuk mencapai kesepakatan demi memangkas produksi dan terkait para wakil dari negara-negara anggota mempersiapkan diri untuk bertemu Senin di tengah negosiasi terakhir atas kesepakatan kelompok yang bertujuan untuk disahkan  Rabu nanti.

Minyak berjangka turun sebanyak 2 persen di New York, setelah turun 4 persen pada Juma kemarint. Arab Saudi untuk pertama kalinya pada hari Minggu menyarankan OPEC untuk tidak selalu perlu mengurangi produksi dan menarik diri dari pertemuan terjadwal dengan produsen non-anggota, termasuk Rusia. OPEC akan mengadakan rapat internal di Wina hari Senin untuk menyelesaikan perbedaan-nya, dan sebagai bagian dari dorongan terakhir untuk mencapai kesepakatan, menteri perminyakan dari Aljazair dan Venezuela sedang menuju ke Moskow untuk bertemu saingan terbesar kelompok tersebut.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari turun sebanyak 92 sen ke $ 45,14 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 45,39 pada 11:39 pagi di Sydney. Harga kehilangan $ 1,90 ke $ 46,06 per barel pada hari Jumat. Total volume perdagangan lebih dari dua kali lipat rata-rata 100-hari nya.

Brent untuk pengiriman Januari turun sebanyak 96 sen, atau 2 persen, ke $ 46,28 per barel di London-based ICE Futures Europe exchange. Kontrak jatuh $ 1,76, atau 3,6 persen, ke $ 47,24 per barel pada hari Jumat. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada premi sebesar $ 1,13 untuk WTI.(mrv)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Dolar Australia Sedikit Lebih Tinggi Terhadap Dolar AS

Dolar Australia bergerak sedikit lebih tinggi terhadap mitranya dari AS setelah investor menjual greenback pada hari Jumat karena imbal hasil obligasi AS yang kembali stabil.

Pada 07:06 pagi (AEDT), Dolar Australia diperdagangkan pada US74.44 sen, naik dari US74.32 sen pada hari Jumat.

Dolar AS melemah terhadap rekan-rekan mata uang utama lainnya pada hari Jumat, terkait turunnya imbal hasil obligasi AS mendorong beberapa aksi pengambilan keuntungan dalam mata uang utama dunia. Di sisi lain, harga komoditas telah membantu meningkatkan dolar Australia terhadap greenback.(mrv)

Sumber: Businessspectator

Rifan Medan