Minyak Memperpanjang Kenaikan Beruntun Sejak Agustus

Rifanfinancindo –¬†RifanfinancindoMinyak memperpanjang kenaikan beruntun terpanjang dalam lebih dari empat bulan terakhir sebelum OPEC dan negara-negara produsen lainnya mulai mengurangi produksinya guna menstabilkan harga pasar.

Kontrak naik sebanyak 0,6 persen di New York, naik untuk sesi ketujuh. Harga minyak yang dipatok untuk pulih pada tahun depan karena pengurangan pasokan dapat membantu untuk menyeimbangkan kelebihan pasokan pasar, kata Menteri Energi Arab Saudi Khalid Al-Falih pada pekan lalu. OPEC dan 11 negara dari luar kelompok tersebut termasuk Rusia telah sepakat untuk memangkas sekitar 1,8 juta barel per hari mulai dari Januari.

Minyak telah diperdagangkan mendekati US $ 50 per barel seiring Organisasi Negara Pengekspor Minyak pada bulan lalu menyetujui untuk menekan produksi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir. Irak berkomitmen penuh untuk kesepakatan OPEC, kata Menteri Perminyakan Jabbar Al-Luaibi hari Kamis di Kairo pada pertemuan Organisasi Negara Pengekspor Minyak Arab.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari naik sebanyak 32 sen ke level $ 53,34 per barel dari penutupan hari Jumat di New York Mercantile Exchange dan diperdagangkan di level $ 53,21 pada pukul 07:56 pagi waktu Hong Kong. Tidak ada penetapan harga pada hari Senin karena liburan Natal, sehingga semua transaksi dipesan hari Selasa. Total volume perdagangan sekitar 85 persen di bawah 100-hari rata-rata. Harga minyak menguat 44 persen selama tahun ini.

Brent untuk pengiriman Februari naik 11 sen atau 0,2 persen, ke level $ 55,16 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, Jumat. Minyak mentah acuan global mengakhiri sesi dengan premi sebesar $ 2,14 untuk minyak mentah WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

BACA JUGA : Mayoritas Saham Jepang Turun untuk Hari Keempat

Rifanfinancindo – Sebagian besar saham Jepang turun dalam perdagangan singkat, dengan sektor eksportir yang menjadi hambatan terbesar pada indeks acuan karena yen menguat selama empat hari terhadap dolar AS.

Indeks Topix dan Nikkei 225 Stock Average sedikit berubah setelah melemah dari level terkuatnya tahun 2016 pada pekan lalu. Saham Toshiba Corp anjlok sebesar 16 persen setelah mengatakan mungkin harus mencatatkan bisnis nuklirnya. Volume perdagangan di pasar saham telah menyusut secara global dengan mendekati akhir tahun dan nilai total perdagangan pada sesi pertama di Tokyo Stock Exchange turun menjadi 1,63 triliun yen ($ 13.9 miliar) pada hari Senin dibandingkan dengan sebelumnya senilai ¥ 3.92 triliun pada 9 Desember. Sementara pasar financial AS dan Eropa ditutup karena hari libur pada hari Senin.

Indeks Topix sedikit berubah berada di level 1,538.59 pada pukul 09:28 pagi waktu Tokyo. Sedangkan Indeks Nikkei 225 stabil di level 19,393.34. (knc)

Sumber : Bloomberg

Rifan Medan