Minyak Memperpanjang Penguatan di atas $ 52

RifanFinancindo – Rifan FinancindoMinyak memperpanjang kenaikan di atas $ 52 per barel karena rencana peningkatan produksi dari Libya terhenti di tengah ketegangan yang terus berlanjut di antara anggota OPEC dikecualikan dari pemotongan produksi yang disepakati.

Minyak berjangka naik sebanyak 0,6 persen di New York setelah naik 2 persen pada hari Jumat. Penjaga fasilitas minyak Libya telah mundur dalam kesepakatan untuk memungkinkan pasokan mengalir dari lading El Feel dan Sharara, menurut seorang insinyur yang mengoperasikan El Feel. Hedge-fund managers dan spekulan besar lainnya meningkatkan posisi net-long mereka di West Texas Intermediate ke level tertinggi sejak Juli 2014, menurut data dari U.S. Commodity Futures Trading Commission.

Minyak telah diperdagangkan mendekati $ 50 per barel karena Organisasi Negara Pengekspor Minyak pada 30 November lalu setuju untuk mengurangi produksi mereka untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir. Goldman Sachs Group Inc. pekan lalu meningkatkan perkiraan harga minyak mentah kuartal kedua dan memprediksi cadangan akan kembali ke tingkat normal pada pertengahan 2017 di tengah pembatasan yang mencakup negara-negara non-OPEC dari Rusia hingga Meksiko.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari, yang berakhir pada hari Selasa, naik sebanyak 33 sen menjadi $ 52,23 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 52,04 pada pukul 07:43 pagi di Hong Kong. Kontrak WTI naik $ 1 menjadi $ 51,90 pada hari Jumat. Total volume perdagangan sekitar 52 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman Februari naik sebanyak 37 sen, atau 0,7 persen, ke $ 55,58 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Minyak mentah acuan global untuk pengiriman Februari diperdagangkan lebih besar $ 2,25 dari WTI.(frk)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Emas Menguat Untuk Hari Kedua Terhadap Sinyal Oversold, Dolar Turun

Rifan Financindo – Emas naik untuk hari kedua karena pelemahan dolar dan indikator teknis menunjukkan aksi jual baru-baru ini terlalu berlebihan.

Bullion untuk pengiriman segera naik sebanyak 0,3 persen menjadi $ 1,138.11 per ons, dan berada di $ 1,137.72 pada pukul 09:06 pagi di Singapura menurut Bloomberg generic pricing.

Logam merosot ke level $ 1,122.89 pada 15 Desember lalu, level terendah sejak 2 Februari; telah mencatatkkan penurunan 6 minggu berturut-turut.

Level RSI 14-hari emas di bawah 30 selama 7 hari pada Jumat lalu, menunjukkan kepada beberapa pedagang bahwa harga ditetapkan untuk reli.(frk)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan