Minyak Menuju $ 40 Karena Produsen Minyak AS Meningkatan Pengeboran

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOMinyak melanjutkan penurunan menuju $ 40 per barel karena produsen AS meningkatkan pengeboran untuk minggu kelima di tengah berlimpahnya pasokan minyak mentah dan persediaan bahan bakar berada di tingkat musiman tertinggi dalam setidaknya dua dekade terakhir.

Minyak mencatatkan penurunan bulanan terbesar dalam setahun pada bulan Juli karena pemulihan harga kehilangan momentum setelah hampir dua kali lipat dari level terendah 12 tahun pada bulan Februari. Produsen termasuk BP Plc, Royal Dutch Shell Plc dan Total SA melaporkan penurunan tajam dalam laba kuartal kedua karena harga energi yang lebih rendah berdampak buruk.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September turun sebanyak 38 sen menjadi $ 41,22 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 41,51 pada pukul 09:15 pagi waktu Hong Kong. Kontrak WTI naik 46 sen menjadi $ 41,60 pada hari Jumat, memangkas penurunan sebesar 8,5 persen selama enam sesi terakhir. Total volume perdagangan sekitar 42 persen di bawah rata-rata 100-hari. Harga WTI telah turun 14 persen pada bulan Juli.

Minyak Brent untuk pengiriman Oktober turun sebanyak 42 sen, atau 1 persen, ke $ 43,11 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak Brent untuk September berakhir pada hari Jumat setelah jatuh 24 sen menjadi $ 42,46, mencatatkan penurunan hampir 15 persen selama bulan berjalan. Acuan global untuk Oktober lebih sebesar $ 1,22 dari WTI.(frk)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA :?Bursa Jepang Memangkas Kerugian Pada Istirahat Perdagangan Pagi

PT RIFAN FINANCINDO -?RIFAN FINANCINDOBursa saham Tokyo memangkas kerugian, dengan pembuat instrumen presisi mengimbangi penurunan dari broker, karena yen melemah sementara investor menimbang keputusan Bank of Japan untuk memperluas kebijakan moneter.

Indeks Topix melemah 0,1 persen menjadi 1,321.27 pada istirahat perdagangan di Tokyo, dengan sekitar dua saham jatuh untuk setiap satu saham yang naik. Indeks Nikkei 225 Stock Average naik 0,5 persen. Yen kehilangan 0,6 persen menjadi 102,64 dolar setelah pada hari Jumat menguat 3,1 persen, terbesar sejak 24 Juni.

BOJ mengatakan akan melakukan pembelian ETF tahunan hampir dua kali lipat sebesar 6 triliun yen ($ 59 miliar) pada hari Jumat, sementara itu menyisahkan program pembelian obligasi dan suku bunga deposito negatif tidak berubah, whipsawing pasar ekuitas Jepang karena saham keuangan melonjak sementara perusahaan real-estate mengalami kemerosotan.(frk)

Sumber: Bloomberg

 

Rifan Medan