1

Minyak Menuju Penurunan Mingguan Terpanjang Di Tengah Kelebihan Pasokan

Rifan Financindo – Minyak menuju penurunan mingguan terpanjang sejak Agustus 2015 karena stok mRifan Financindoinyak mentah AS tetap tinggi dan saat produksi Libya naik tajam dalam empat tahun.

Minyak berjangka sedikit berubah di New York, turun 3,1 persen untuk penurunan mingguan keempat. Persediaan minyak AS turun kurang dari perkiraan pada minggu lalu, menjaga pasokan lebih dari 100 juta barel di atas rata-rata lima tahun, menurut data dari Energy Information Administration pada hari Rabu. Libya, yang dibebaskan dari kesepakatan pimpinan OPEC untuk mengurangi pasokan, akan meningkatkan produksi menjadi 1 juta barel per hari pada akhir Juli, menurut National Oil Co.

Minyak merosot ke penutupan terendah dalam tujuh bulan dalam minggu ini karena kekhawatiran meningkat bahwa persediaan minyak AS yang meningkat akan mengimbangi pemangkasan produksi oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutu termasuk Rusia. Produksi non-OPEC terbaru tahun depan akan lebih dari cukup untuk memenuhi pertumbuhan permintaan, International Energy Agency mengatakan pada hari Rabu dalam perkiraan pertamanya untuk tahun 2018.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli berada di $ 44,42 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 4 sen, pada pukul 09:36 pagi di Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan sekitar 36 persen di bawah rata-rata 100 hari. Kontrak WTI turun 27 sen menjadi $ 44,46 pada hari Kamis, level terendah sejak 14 November.

Minyak Brent untuk pengiriman Agustus turun 2 sen menjadi $ 46,90 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga Brent turun 2,6 persen dalam minggu ini. Minyak mentah acuan global diperdagangkan sampai bulan Agustus lebih besar $ 2,25 dari WTI.(frk)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Saham HK berakhir pada level terendah 3 pekan (Review)

Rifan Financindo – Saham Hong Kong ditutup turun ke level terendah tiga pecan pada hari Kamis, dipimpin oleh sektor properti, karena suku bunga pinjaman naik pasca kenaikan suku bunga AS.

Indeks perusahaan yang terdaftar di kota tersebut mencatat penurunan persentase satu hari terbesar dalam enam pekan, di tengah kekhawatiran bahwa pemulihan ekonomi China kehilangan momentum.

Indeks Hang Seng turun 1,2% menjadi 25.565,34, sedangkan Indeks China Enterprises turun 1,6% menjadi 10.346,15 poin.

Bank sentral Hong Kong menaikkan suku bunga dasar 25 basis poin pada hari sebelumnya setelah Federal Reserve AS memutuskan tingkat kebijakannya seperti yang diperkirakan semalam. Suku bunga Hong Kong bergerak mengikuti AS.

Kepala Otoritas Moneter Hong Kong (HKMA), Norman Chan, mengatakan dia memperkirakan bank-bank di wilayah tersebut secara bertahap menaikkan suku bunga KPR, yang bisa menekan saham pengembang properti.

Chan menambahkan, dia memperkirakan akan ada peningkatan arus keluar modal dari pusat keuangan karena adanya arbitrase perdagangan dengan mata uang lokal.

Sebagian besar sektor turun, dengan penurunan yang dipimpin oleh sektor real estat, yang rentan terhadap biaya pinjaman yang lebih tinggi.(yds)

Sumber : Reuters

Rifan Medan