Minyak Menuju Penurunan Mingguan terkait Libya dan Dolar AS

PT Rifan Financindo – PT Rifan FinancindoMinyak menuju kerugian mingguan seiring Libya bersiap untuk meningkatkan stok dan penguatan dolar, melawan efek pada harga seiring upaya OPEC dan produsen lain untuk memangkas output agar dapat mengekang kelebihan stok global.

Berjangka naik 0,4 persen di New York, memangkas 0,7 persen penurunan mingguannya. Libya membuka kembali salah satu ladang minyak terbesarnya dan negara sedang mempersiapkan pengiriman minyak mentah pertama dalam dua tahun dari terminal ekspor terbesar, Es Sider. Dolar AS yang menuju kenaikan mingguan terbesar dalam hampir satu bulan terhadap mata uang utama, membuat harga komoditas dalam mata uang USD menjadi kurang menarik bagi investor, setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga.

West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari naik 21 sen ke level $ 51,11 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 09:18 pagi waktu Tokyo. Kontrak turun 14 sen untuk ditutup di level $ 50,90 pada hari Kamis. Total volume perdagangan yakni sekitar 71 persen di bawah rata-rata 100-hari. Harga ditutup di posisi tertinggi sejak Juli 2015 pada hari Selasa.

Brent untuk pengiriman Februari menguat 12 sen ke level $ 54,02 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London, Kamis. Minyak mentah acuan global ini mengakhiri sesi dengan premi sebesar $ 2,05 untuk WTI Februari. (sdm)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Emas Anjlok, Menuju Enam Minggu Penurunan Mendekati Bear Market

PT Rifan Financindo – Emas semakin babak belur. Logam mulia ini menuju penurunan mingguan keenam dan bergerak mendekati level terendah 10-bulan seiring lebih agresifnya Federal Reserve bersama dengan meningkatnya antusiasme investor tentang kebijakan Presiden terpilih AS Donald Trump mendorong harga semakin mendekati arah wilayah bear market.

Bullion untuk pengiriman segera bersiap untuk rentetan penurunan mingguan terpanjang sejak November 2015, dan pada penutupan Kamis telah kehilangan 17 persen dari level tinggi bulan Juli, menurut harga publik Bloomberg. Logam kuning ini mendekati kerugian 20 persen yang merupakan definisi umum dari bear market.

Spot emas turun 0,2 persen ke level $ 1,126.10 per ounce, dan diperdagangkan di level $ 1,129.54 pada pukul 9:35 pagi waktu Singapura, memangkas gain 2016nya menjadi 6,5 persen. Pada hari Kamis, logam merosot ke level $ 1,122.89, yang merupakan posisi terendah sejak 2 Februari seiring harga menuju penurunan kuartalan terbesar sejak 2013. (sdm)

Sumber: Bloomberg

Rifan Medan