Minyak Naik Karena Pelabuhan Libya Hentikan Ekspor Pasca Bentrokan

Rifan Financindo – Rifan FinancindoMinyak bergerak naik di atas level $ 53 per barel setelah Libya menghentikan ekspor minyak mentah dari dua pelabuhan bahan bakar terbesar dan mengurangi produksi dari beberapa bidang setelah terjadinya bentrokan.

Kontrak sedikit berubah di New York setelah meningkat 1,4 persen pada Jumat lalu. Pengiriman minyak mentah dari Es Sider, pelabuhan minyak terbesar di negara itu, dan Ras Lanuf, ketiga terbesar, telah ditangguhkan hingga keamanan membaik dan pekerja kembali ke fasilitas, Jadalla Alaokali, anggota dewan Libya National Oil Corp, mengatakan melalui telepon. Produsen shale menempatkan lebih banyak rig kembali untuk bekerja di ladang minyak AS, memperpanjang lonjakan pengeboran untuk bulan ke-10.

Karena investor menilai apakah output dan meningkatnya pasokan AS akan membahayakan upaya oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan negara-negara lain untuk mengurangi kelebihan, perubahan harga telah ditekan dan indeks volatilitas minggu lalu turun ke level terendah sejak Oktober 2014. Output Amerika naik ke level tertinggi dalam hampir satu tahun terakhir, sementara Arab Saudi memangkas pasokan minyak sebanyak 90.000 barel per hari pada bulan Februari dari bulan sebelumnya.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April turun 7 sen ke level $ 53,26 per barel di New York Mercantile Exchange pada pukul 11:02 pagi waktu Sydney. Kontrak tersebut naik 72 sen ke level $ 53,33 pada hari Jumat. Total volume perdagangan sekitar 62 persen di bawah 100-hari rata-rata.

Brent untuk pengiriman Mei merosot 1 persen ke level $ 55,89 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Harga minyak brent menguat 82 sen atau 1,5 persen, ke level $ 55,90 per barel pada hari Jumat. Minyak mentah acuan global diperdagangkan pada $ 2,17 premium dibandingkan minyak WTI untuk Mei. (knc)

Sumber : Bloomberg

BACA JUGA : Saham Jepang Dibuka Melemah Diiringi Penguatan Yen

Rifan Financindo Saham Tokyo turun setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan, pemerintah akan mengadakan pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional saat ini dalam menanggapi peluncuran empat rudal balistik dari Korea Utara pagi ini.

Sektor keuangan dan eksportir menyeret indeks Topix lebih rendah diiringi penguatan yen terhadap dolar untuk hari kedua. Investor juga mengkaji komentar dari Ketua Federal Reserve Janet Yellen, yang bergabung dengan para pembuat kebijakan AS yang menunjukkan pertumbuhan tetap berada di jalur untuk menjamin pengetatan kebijakan moneter pada awal pertemuan The Fed pekan depan ini.

Bank adalah penggerak terbesar di Topix, yang dipimpin oleh Sumitomo Mitsui Financial Group Inc setelah mengatakan akan menjual sebanyak ¥ 191 miliar saham yang dimiliki oleh unit perbankan, terutama untuk investor individu di Jepang.

Indeks Topix turun 0,3 % ke level 1,553.80 pada pukul 9:40 pagi waktu Tokyo. Sedangkan Indeks Nikkei 225 melemah 0,4 % ke level 19,387.51. (knc)

Sumber : Bloomberg

Rifan Medan