Minyak Naik Terkait Meningkatnya Harapan OPEC untuk Kesepakatan antara Anggota

PT RIFAN FINANCINDO – Minyak memperpanjang kenaikan berada di atas level $ 46 per barel seiring Rusia dan Iran mengisyaratkan optimisme OPEC akan menyetujui kesepakatan pasokan pada akhir bulan ini untuk mendukung harga dan pasar global guna membantu keseimbangan.

Harga minyak naik sebanyak 1,3 % di New York, memperpanjang kenaikan menjadi 5,3 % pada pekan lalu. Tidak ada hambatan utama Organisasi Negara Pengekspor Minyak untuk mencapai kesepakatan, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan kepada wartawan pada hari Minggu di Lima. Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh mengatakan “sangat mungkin” anggota akan mencapai kesepakatan, menurut komentar yang dipublikasikan oleh kantor berita negara itu Shana.

Minyak telah merosot sejak mencapai level tertingginya ditahun 2016 pada bulan lalu di dekat level $ 52 per barel di tengah skeptisisme tentang kemampuan OPEC untuk mencapai kesepakatan yang telah disepakati pada 28 September di Algiers. Kelompok ini berusaha untuk memangkas output untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir, rencana tersebut dipersulit oleh komitmen Iran untuk meningkatkan produksinya dan permintaan Irak untuk pengecualian guna membantu mendanai perang dengan militan Islam.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember, yang berakhir hari Senin, naik sebanyak 60 sen ke level $ 46,29 per barel di New York Mercantile Exchange, dan diperdagangkan di level $ 46,22 pada pukul 10:35 pagi waktu Sydney. Total volume yang diperdagangkan adalah 14 % di bawah 100-hari rata-rata. Kontrak teraktif untuk pengiriman Januari menguat 56 sen atau 1,2 %, ke level $ 46,92.

Brent untuk pengiriman Januari meningkat sebanyak 63 sen atau 1,3 %, ke level $ 47,49 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak menguat 4,7 % pada pekan lalu dan ditutup pada level $ 46,86 di hari Jumat. Minyak acuan global yang diperdagangkan pada premium dari 50 sen sampai Januari dibandingkan minyak WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

BACA JUGA : Bursa Asia Diluar Jepang Turun Terkait Spekulasi Suku Bunga The Fed Meningkat

PT RIFAN FINANCINDO – Saham Asia di luar Jepang turun sementara saham-saham di Tokyo memperpanjang kenaikan diikuti pelemahan yen, seiring para investor meningkatkan spekulasi untuk suku bunga AS yang lebih tinggi pada bulan depan.

Indeks MSCI Asia Pacific berfluktuasi dan naik 0,1 % ke level 134,18 pada pukul 09:32 pagi waktu Tokyo, dengan sebagian besar perusahaan di Jepang mendapatkan keuntungan. Indeks Topix menguat 0,6 %, memberikan keuntungan sebesar 20 % sejak tahun ini berada di level terendahnya pada 12 Februari lalu, yang akan memungkinkan untuk bergabung dengan Nikkei 225 Stock Average di pasar bullish jika menyatakan bahwa tingkat pada penutupan. Yen diperdagangkan pada level 110,86 per dolar setelah sektor ekspor turun melebihi dari perkiraan pada bulan Oktober. Yen telah melemah sekitar 7 % dalam dua minggu terakhir pada spekulasi Presiden terpilih AS Donald Trump yang akan memicu tekanan terhadap inflasi, menambah kasus pada Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga.

Pasar ekuitas Asia di luar Jepang telah melemah sejak kemenangan pemilu dari Partai Republik Trump pada 8 November lalu, dengan sikap pro kepada pertumbuhan memberikan dorongan kemungkinan untuk menaikan suku bunga AS pada bulan depan dan memperluas kerugian pada pasar berkembang. Fed dana berjangka menunjukkan hampir pasti bahwa biaya pinjaman AS akan naik pada bulan Desember, dibandingkan dengan 80 persen sebelum pemilu, setelah Ketua Fed Janet Yellen mengatakan kepada anggota parlemen bahwa The Fed mendekati kenaikan suku bunga karena ekonomi AS terus mendapatkan daya tarik. (knc)

Sumber : Bloomberg

Rifan Medan