Minyak Pangkas Kenaikan Mingguan Kedua

Rifan Financindo –¬†Rifan FinancindoMinyak memangkas kenaikan mingguan kedua karena para investor menimbang meningkatnya persediaan minyak AS terhadap datangnya koordinasi penurunan produksi oleh OPEC dan negara-negara produsen lainnya.

Minyak berjangka kehilangan sebanyak 0,6 persen di New York setelah naik 0,9 persen pada Kamis kemarin. Cadangan minyak AS diperluas 2,26 juta barel pada pekan lalu, menjaga persediaan berada di tingkat musiman tertinggi dalam lebih dari tiga dekade, menurut data dari pemerintah pada hari Rabu. Irak mengatakan bahwa mereka berkomitmen untuk menghadirkan perjanjian OPEC dalam mengekang produksi, sedangkan Arab Saudi mengatakan harga ditetapkan untuk pulih setelah diberlakukannya pengurangan pasokan.

Minyak telah diperdagangkan mendekati $ 50 per barel karena Organisasi Negara Pengekspor Minyak pada bulan lalu setuju mengekang produksi untuk pertama kalinya dalam delapan tahun terakhir. Kesepakatan itu didukung oleh perjanjian dari 11 negara non-OPEC termasuk Rusia dan Meksiko yang juga memangkas pasokannya.

Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Februari turun sebanyak 34 sen menjadi $ 52,61 per barel di New York Mercantile Exchange dan berada di $ 52,64 pada pukul 09:02 pagi di Hong Kong. Kontrak tersebut naik 46 sen menjadi $ 52,95 pada hari Kamis. Total volume perdagangan sekitar 84 persen di bawah rata-rata 100-hari.

Minyak Brent untuk pengiriman Februari kehilangan sebanyak 27 sen, atau 0,5 persen, ke $ 54,78 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London. Kontrak Brent naik 59 sen, atau 1,1 persen, ke $ 55,05 per barel pada hari Kamis. Harga menuju penurunan mingguan sebesar 0,7 persen. Minyak mentah acuan global diperdagangkan lebih besar $ 2,16 dari WTI.(frk)

Sumber: Bloomberg

BACA JUGA : Komoditas Merosot Seret Saham Hong Kong Di Penutupan (Review)

Rifan Financindo – Saham-saham Hong Kong turun pada hari Kamis ini, terseret oleh penurunan pada harga baja dan batu bara serta pelemahan pada perusahaan China daratan.

Indeks Hang Seng turun 0,8%, ke level 21,636.20, sedangkan Indeks China Enterprises turun 1,4%, ke level  9,200.24 poin.

Secara keseluruhan, perdagangan tipis karena banyak investor sudah bertolak untuk akhir pekan liburan Natal.

Hampir semua sektor melemah pada sesi penutupan, dengan saham energi yang mencatat penurunan terbesar, turun sekitar 1,7% pada Kamis, setelah anjloknya harga komoditas.

Indeks berjangka turun lebih dari 4% sementara coke, merupakan bahan yang terbuat dari batubara, turun lebih dari 6%.

Indeks juga tertekan oleh penurunan atas China daratan di mana investor tetap berhati-hati di tengah sentimen mengenai ketatnya likuiditas.

Rifan Medan