0

Minyak Tahan Hampir Dua Tahun Tertinggi Ditengah Prospek Penangkapan di Saudi

Rifan Financindo – Rifan FinancindoMinyak mempertahankan kenaikannya di dekat penutupan tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir terkait janji Arab Saudi untuk memperluas tindakan keras politiknya yang terlihat untuk meningkatkan risiko geopolitik di pasar yang telah menunjukkan tanda-tanda pengetatan pasokan.

Kontrak berjangka sedikit berubah di New York setelah melonjak sebesar 5,6 persen pada tiga sesi sebelumnya. Penangkapan para pangeran dan pejabat pada akhir pekan lalu di eksportir minyak mentah terbesar di dunia tersebut “hanyalah awal dari sebuah proses penting untuk melawan korupsi di manapun keberadaannya,” kata jaksa agung Arab Saudi pada hari Senin. Di AS, stok minyak mentah mungkin menyusut sebanyak 2,45 juta barel pekan lalu, menurut survei Bloomberg sebelum data pemerintah yang dirilis pada hari Rabu.

Harga minyak telah melonjak lebih dari 20 persen sejak awal September lalu karena adanya tanda-tanda bahwa pasokan global diperketat dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan produsen sekutu dapat memperpanjang kesepakatan hasil produksi mereka menjelang akhir Maret. Pembersihan Saudi menghilangkan saingan potensial Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman, yang telah mendukung perluasan kesepakatan pasokan.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Desember berada di level $ 57,22 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 13 sen, pada pukul 8:33 pagi waktu Hong Kong. Total volume yang diperdagangkan sekitar 63 persen di bawah rata-rata 100 hari. Harga naik $ 1,71 atau 3,1 persen ke level $ 57,35 pada hari Senin, penutupan tertinggi sejak Juni 2015.

Brent untuk pengiriman Januari menguat $ 2,20 atau 3,5 persen ke level $ 64,27 per barel di ICE Futures Europe exchange yang berbasis di London pada hari Senin. Minyak mentah acuan global mengakhiri sesi dengan premi $ 6,70 sampai Januari untuk minyak WTI. (knc)

Sumber : Bloomberg

BACA JUGA : Trump Imbau Perusahaan Jepang Dirikan Pabrik di AS

Rifan Financindo – Dengan gaya bicara yang khas, tegas dan terus-terang, terhadap para pemimpin perusahaan Jepang, Presiden Amerika Donald Trump hari Senin meminta kepada mereka agar membuat barang lebih banyak di Amerika, dengan mengakui bahwa Jepang telah mengalahkan Amerika dalam perdagangan selama puluhan tahun.

œSekarang ini, perdagangan kami dengan Jepang tidak adil atau terbuka, kata presiden dalam acara sarapan pagi yang dihadiri oleh 18 perusahaan besar Jepang dan 9 perusahaan Amerika. œTetapi saya tahu perdagangan akan adil dan terbuka, kata Trump.

Trump memperkirakan bahwa tanpa Kemitraan Trans-Pasifik atau TPP, œkami akan mempunyai lebih banyak perdagangan daripada perkiraan siapapun.

œSaya tidak paham apa yang dimaksudnya dengan ‘œtidak adil atau terbuka’, kata Morihiro Yomogida, professor ekonomi di Universitas Sophia di Tokyo, dan mengemukakan Jepang mempunyai sebagian masalah dengan kebijakan perdagangan Amerika.

œAmerika juga baru-baru ini mengenakan bea anti-dumping yang tinggi atas impor sebagian produk baja dan besi dari Jepang. Jadi, saya tidak merasa pasti Amerika selalu adil dalam perdagangan dengan Jepang, kata Yomogida kepada VOA.

Mantan Direktur urusan Jepang Departemen Luar Negeri Amerika Kevin Maher mengatakan œwaktunya belum matang untuk berbicara tentang persetujuan perdagangan bebas Jepang-Amerika. Sangat sulit membayangkan Jepang akan bertindak lebih jauh daripada dalam TPP, terutama dalam masalah-masalah yang peka seperti pertanian dan mobil.

Sumber : VOA

Rifan Medan

Tinggalkan Balasan